Setiap Tahun Dianggarkan, Realisasi Nihil, Wali Murid Soroti Dana Bos SDN Bojongsari 3

INFONEWS TV
Kamis, 12 Maret 2026 | 17:49 WIB Last Updated 2026-03-12T10:51:33Z
Foto: Dok. (Rafli) Setiap Tahun Dianggarkan, Realisasi Nihil, Wali Murid Soroti Dana Bos SDN Bojongsari 3

INFO NEWS | CIANJUR - ND (Inisial-red) warga Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, wali murid peserta didik di SDN Bojongsari 3 menyoroti penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

" Setiap tahunnya dianggarkan dari dana BOS untuk pembangunan fisik, salah satunya untuk pembangunan ruangan perpustakaan, tapi realisinya nihil, setiap ruangan hanya di cat doang," ujarnya, Kamis (12/3/2026).

" Ruangan perpustakaan pun tidak ada, seharusnya kan di ruangan perpustakaan itu ada di rak buku ada deretan buku- buku, di ruangan perpus cuman ada karpet," jelasnya.

Ia juga mengatakan setiap ruangan sekolah tidak ada yang istimewa, biasa- biasa saja.

" Setiap tahun kan dianggarkan dari dana BOS, jika anggaranya direalisasikan bangunan sekolah tidak akan nampak memprihatinkan, plafon, kayu pinta dan jendela sudah pada kropos," bebernya.

" Jika kondisi gedung sekolah seperti itu, realisasi dana BOS secara transparan dan akuntabel perlu dipertanyakan," katanya.

" Setiap tahunnya untuk perbaikan sarana prasarana sekolah dianggarkan Rp. 38.090.000,- tapi kondisi bangunan sekolah masih terlihat memperihatinkan, bahkan terlihat kumuh," ucapnya.

Agar informasi yang didapat berimbang, setelahnya awak media langsung bergegas menuju SDN Bojongsari 3, untuk mengkonfirmasi Kepala Sekolah, tapi sayang yang bersangkutan sedang sibuk.

" Jumlah peserta didik di SDN Bojongsari 3 berjumlah 354 siswa, dana BOSnya mencapai Rp. 304juta, jadi kalau bahasa administrasi ada pengembangan perpustakaan, tapi kami alihkan untuk buku paket," terang Apit Lesmana salah satu Guru di SDN Bojongsari 3 mewakili Kepala Sekolah.

Sambung Apit, ada juklak juknisnya di anggaran dana BOS.

" Kami memperbaiki septytank dan banyak lagi yang lainnya," tuturnya.

Apit menambahkan, seharusnya yang memberikan keterangan ini bapak kepala sekolah, memang ini dulunya gudang, nah sekarang di jadikan tempat penyimpanan buku, namun sayang ini tidak bisa di buka karena kuncinya lagi di cari.

" Sebetulnya bukan kami kami yang menjelaskan hal ini, karena ini kewenagan kepala sekolah, kami takut salah memberikan jawaban," katanya.

" Sebaiknya nanti saja langsung dengan kepala sekolah, agar dalam hal ini kami tidak di salahkan, namun sayang kepala sekolah sedang sibuk di ruangan, karena ada urusan MBG," pungkasnya.

Rafli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Setiap Tahun Dianggarkan, Realisasi Nihil, Wali Murid Soroti Dana Bos SDN Bojongsari 3

Trending Now