Sengkarut Dana Bantuan PIP di SDN Hegarmanah, Sekolah Bantah Pernyataan BRI, Ada apa ini?

INFONEWS TV
Rabu, 11 Maret 2026 | 17:28 WIB Last Updated 2026-03-11T10:46:41Z
Foto: Dok. (Joy) Gedung sekolah SDN Hegarmanah di Kecamatan Warungkondang 

INFO NEWS | CIANJUR - Sengkarut penyaluran dana bantuan PIP sangat menguras energi orang tua penerima manfaat, pasalnya dari Rabu, 14 Januari 2026, Agus Wawan konsisten memperjuangkan hak anaknya yang belum mereka terima, diketahui dari tahun 2017, 2018, 2019 hingga 2020 Seira Aprilianti tercatat sebagai penerima manfaat PIP di satuan pendidikan SDN Hegarmanah, seperti yang tercantum di aplikasi sipintar.

Dalam memperjuangkan hak anaknya, orang tua penerima manfaat bersama anaknya melakukan penelusuran hingga ke Bank BRI unit Cikaroya Warungkondang, dan mendapatkan keterangan resmi dari pihak Bank, bahwa dana PIP anaknya telah di cairkan secara kolektif oleh pihak sekolah.

Seperti yang disampaikan Arif selaku Customer Service Officer (CSO) BRI unit Cikaroya. Menurutnya berdasarkan keterangan yang ada, proses pencairan dana bantuan PIP diajukan secara kolektif.

" Pihak sekolah memohon untuk melakukan pencairan secara kolektif kepada Bank BRI,” ujarnya, Selasa (10/3/2026)

Setelah mendapat keterangan dari CSO BRI unit Cikaroya, di hari yang sama awak media langsung menghubungi Operator SDN Hegarmanah Andi Firdana melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp untuk memperlihatkan hasil rekening koran dari pihak BRI Unit Cikaroya sebagaimana sebelumnya diminta oleh yang bersangkutan.

" Ya pak, nanti saja besok ketemu di sekolah. Kalau sekarang sudah pada pulang,” jawab Arif melalui pesan singkatnya.

Esok harinya, Rabu, 11 Maret 2026 sesuai janji yang bersangkutan, awak media datang ke SDN Hegarmanah guna memenuhi undangan wawancara. Tapi sayang yang bersangkutan tidak ada ditempat.

Salah satu Guru SDN Hegarmanah, yang diketahui bernama Ela menjelaskan bahwa Plt. Kepala Sekolah sedang berada di sekolah lain, sementara operator sekolah sedang disibukkan dengan kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

" Mohamad Jamhur, S.Pd., beliau PLT di sekolah ini, tapi sedang keluar karena beliau juga kepala sekolah di SDN Jambudipa 3. Operator sekolah juga sedang sibuk kegiatan TKA, jadi saya yang menerima bapak-bapak," terangnya.
Foto: Dok. (Joy) BRI unit Cikaroya - Warungkondang 

Dalam keterangannya, Ela menyampaikan bahwa selama dirinya menangani administrasi terkait bantuan PIP, pencairan dana tidak pernah dilakukan oleh pihak sekolah tanpa kehadiran orang tua siswa.

" Selama saya pegang, belum pernah pencairan sama pihak sekolah. Tidak bisa dibawa oleh sekolah, meskipun saya yang mengurus data. Misalnya saya membawa siswa ke bank, tetap tidak bisa. Bank hanya akan memberikan kepada orang tua atau walinya,” jelas Ela.

Ia juga menegaskan bahwa apabila orang tua tidak dapat hadir, pencairan tetap harus disertai surat kuasa dari wali siswa.

" Kalau orang tuanya tidak bisa, harus ada surat kuasa dari walinya. Jadi tidak bisa begitu saja diambil oleh guru atau pihak sekolah,” tambahnya.

Namun ia mengakui terdapat kondisi tertentu pada masa pandemi COVID-19 yang memungkinkan pencairan dilakukan secara kolektif oleh pihak sekolah menggunakan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

" Memang pada waktu pandemik COVID-19 bisa diambil oleh pihak sekolah, tapi harus ada SPTJM. Setelah itu biasanya dikumpulkan di sekolah dengan saksi kepala sekolah dan guru, lalu dibagikan kepada siswa. Tapi itu hanya pada masa pandemik saja,” terangnya.

Menurut Ela, untuk periode sebelum pandemik, pencairan bantuan tidak dilakukan secara kolektif oleh pihak sekolah.

" Jadi di tahun 2017, 2018, 2019 itu tidak dikolektif sama sekolah karena tidak bisa, harus sama orang tuanya,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar persoalan ini dibahas secara terbuka dengan menghadirkan semua pihak terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman.

" Kumpulkan saja semuanya di sekolah, Seira Aprilianti, bapaknya, keluarganya, Kepala Sekolah, dan guru-guru. Jadi semuanya jelas,” tandasnya.

Sementara itu orang tua penerima manfaat PIP, Agus Wawan mengaku tidak pernah melakukan pencairan dana bantuan PIP di BRI, Ia juga mengaku pernah menerima bantuan PIP cuma sekali, itupun di sekolah.

" Anak saya peserta didik di SDN Hegarmanah dan lulus di tahun 2020. Tercatat di aplikasi SIPINTAR dari tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 sebagai penerima manfaat PIP. Namun kami baru menerima bantuan satu kali, sebesar Rp450.000 ketika anak saya duduk di bangku kelas VI. Sekarang anak saya sudah duduk di bangku SMK kelas XII,” terang Agus saat diwawancarai di kediamannya.

Agus menuturkan, setelah menerima bantuan tersebut, pihaknya tidak pernah lagi mendapatkan dana bantuan PIP pada tahun anggaran berikutnya.

" Saya tidak mencairkan ke bank. Waktu itu dipanggil ke sekolah dan menerima uang dari pihak sekolah sebesar Rp450 ribu,” katanya.

Selanjutnya Agus meminta agar persoalan tersebut dapat diungkapkan dan dijelaskan secara terbuka.
Foto: Dok. (Joy) Perjuangan seorang Ayah memperjuangkan hak putrinya, nampak dalam gambar Agus Wawan orang tua penerima manfaat PIP, dan putrinya Seira Aprilianti Alumni SDN Hegarmanah yang diduga dana bantuan PIPnya tidak diberikan secara utuh 

" Saya sebagai orang tua mohon diusut saja. Kalau memang itu betul-betul diambil sama pihak sekolah, kenapa tidak sampai kepada kami,” tandasnya.

Sementara itu, Seira Aprilianti penerima manfaat yang duduk di samping ayahnya (Agus Wawan-red) turut buka suara. Ia menilai bantuan tersebut merupakan haknya sebagai penerima manfaat.

" Itu kan sebagai bentuk hak untuk saya pribadi, tapi kenapa hak itu tidak sampai kepada saya,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata soal nominal bantuan, melainkan terkait hak penerima dan pertanggungjawaban dari pihak sekolah.

" Bukan masalah nominalnya, tapi itu hak saya dan juga soal pertanggungjawaban dari pihak sekolah SDN Hegarmanah. Saya minta diusut dan meminta kejujurannya dari pihak sekolah,” katanya.

Joy
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sengkarut Dana Bantuan PIP di SDN Hegarmanah, Sekolah Bantah Pernyataan BRI, Ada apa ini?

Trending Now