| Foto: Dok. (Rafli/Goesta) Dugaan Serap Dana Bantuan PIP Melalui Siswa Fiktif di SMP IT Daar EL Mumtaaz |
INFO NEWS | KARANGTENGAH - Berawal dari pengecekan data penerima manfaat PIP di aplikasi sipintar, di aplikasi besutan Kemendikbud tersebut Siti Aminah menemukan nama anaknya M. Iqbal tercatat sebagai penerima manfaat PIP di satuan pendidikan SMP IT Daar EL Mumtaaz, tahun anggaran 2024- 2025. Padahal yang bersangkutan telah memilih dropout pada saat kelas 5 sekolah dasar.
" Saya tidak pernah mendaftarkan M. Iqbal di SMP IT Daar EL Mumtaaz, bagaimana mau daftar SMP, sekolah dasar saja tidak tamat, hanya sampai kelas 5, dan anak saya ini berkebutuhan khusus, sering di heureuyan teman- temannna, jadi ngak mau sekolah lagi," terang Siti Aminah, Selasa (27/1/2026).
" Daftar SMP kan harus pake ijazah, heran juga sih, tidak pernah daftar tapi tercatat sebagai penerima manfaat PIP di SMP IT EL Mumtaaz," ucapnya.
Diketahui pada tahun 2022. M. Iqbal keluar dari SDN Mande 6, pada saat kelas 5, dan dinyatakan berhenti sebagai peserta didik di sekolah tingkat sekolah dasar tersebut.
Ucapan Siti Aminah sejalan dengan penjelasan Pipih selaku Kepala SDN Mande 6, ia menegaskan bahwa ijazah atas nama M. Iqbal masih ada di SDN Mande 6.
" Justru kami kaget, kok data Iqbal ada di sekolah lain, padahal resmi secara kelembagaan Iqbal tidak pernah datang untuk menandatangani atau sidik jari ijazah, sehingga sampai sekarangpun tidak pernah di ambil ijazahnya," jelas Pipih.
Terpisah, Irvan Maulana. Guru Pembimbing SMP IT EL Mumtaaz saat dikonfirmasi awak media terkait mengatakan.
" Kalau memang mau memperjuangkan anak anak hayu kita bareng bareng, dan masalah anak tersebut kami tidak tahu, karena OP sekolah ini keluar dan hp nya pun tidak bisa di hubungi, kita juga sedang pusing, tentang guru yang ikut PPG, sementara operator tidak ada," tutur Irfan saat di konfirmasi awak media terkait dugaan data fiktif peserta didik di SMP IT EL Mumtaaz.
" Jadi kalau memang bapak mau membantu anak tersebut, kami siap dan kita musyawarahkan, tindakan saya sekarang akan datang ke anak tersebut, kalau memang ada haknya mari kita sampaikan pada yang bersangkutan, tapi saya minta dulu alamatnya, kalau bapak menanyakan data, saya tidak tahu, karena operator sekolah ini keluar dan tidak bisa di hubungi," tandasnya.
Rafli hidayat

