INFO NEWS | CIANJUR - Dua ton hasil pertanian dibagikan DPC PTI Kabupaten Cianjur, hal tersebut dilakukan PTI sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, kegiatan sosial keagamaan yang dilaksanakan pada bulan puasa Ramadhan 1447 bertepatan dengan Jumat, 13 Maret 2026 tersebut di dukung Ormas Gibas Resort Cianjur, Agraria Institute, Moonrakers, Media Mitra Polisi, Infonews-TV.com dan Suaracianjur.com.
Kegiatan berlangsung dari pukul 15.00 WIB. Diakhiri dengan sesi buka bersama, rangkaian kegiatan di mulai dengan acara pembagian nasi box dan hasil komoditas pertanian sebanyak 2 ton, santunan anak yatim-piatu, dan santap buka puasa.
Dalam sesi wawancara dengan beberapa awak media, Rendi Taufik Ismail Ketua DPC PTI Kabupaten Cianjur mengatakan,
" Ratusan paket takjil dan kurang lebih 2 ton sayuran dibagikan kepada masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas di depan kantor DPC PTI Kabupaten Cianjur, Jl. Dr. Muwardi No. 24 Kel. Sayang Kec/Kab. Cianjur," ujar Rendi, Jumat (13/3/2026).
Rendi ,Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) Cianjur, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekadar berbagi di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya dunia pertanian.
" Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dalam satu kegiatan, berbagi takjil, santunan anak yatim, sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa hasil dari pertanian adalah sumber pangan yang harus kita cintai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komoditas yang dibagikan dalam kegiatan tersebut merupakan hasil pertanian dari para anggota binaan PTI Cianjur.
" Yang dibagikan di antaranya wortel, pakcoy, sawi putih samho, kol bulat, dan brokoli. Ini semua merupakan komoditas hasil dari binaan anggota kami,” katanya.
Rendi menambahkan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi silaturahmi antar anggota, pembagian takjil, pembagian hasil pertanian, santunan anak yatim, hingga buka puasa bersama dengan para anggota serta organisasi yang telah mendukung kegiatan DPC PTI Cianjur.
Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.
" Dunia pertanian harus dicintai oleh generasi muda. Karena setiap hari kita makan dari hasil pertanian. Jadi sejak dini kita harus menanamkan kecintaan terhadap pertanian, apalagi di tengah banyaknya generasi muda yang mulai melupakan sektor ini,” tuturnya.
Di akhir pesannya, Rendi mengajak generasi muda untuk terus mencintai dunia pertanian dan berperan dalam menjaga ketahanan pangan di masa depan.
" Cintai pertanian, karena dari situlah kita bertahan hidup. Jangan lupa menjadi pejuang yang mencintai pertanian,” pungkasnya.
Sementara itu, Pembina Pemuda Tani Indonesia (PTI) Cianjur, Prasetyo Hartanto, mengatakan kegiatan Ramadan berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkenalkan hasil pertanian lokal kepada masyarakat.
Ia menyebutkan, bahwa ditengah konflik internasional, perang Iran Vs Israel, Amerika dibantu sekutunya, harga komoditas pertanian di Indonesia khususnya Cianjur masih dalam kondisi normal.
" Ditengah konflik internasional di timur tengah harga komoditas pertanian di Indonesia khususnya Cianjur masih tergolong normal, harganya terjangkau masyarakat kecil, tidak hanya itu menjelang idul fitri pun harganya terjangkau masyarakat kecil," tuturnya.
Tambah Prasetyo, dalam kegiatan tersebut pihaknya menyalurkan santunan kepada sekitar 50 anak yatim serta membagikan kurang lebih 2 ton sayuran hasil pertanian dari wilayah Kabupaten Cianjur, khususnya dari daerah Cipanas.
" Sekitar 50 anak yatim menerima santunan, dan kurang lebih 2 ton sayuran dibagikan kepada masyarakat. Harapannya kegiatan ini bisa membantu para petani, terutama saat harga sayur sedang turun karena suplai yang melimpah,” ujarnya.
Prasetyo juga berharap generasi muda, khususnya generasi Z di Kabupaten Cianjur, dapat melihat potensi besar sektor pertanian di daerahnya.
" Harapan kami untuk para pemuda di Kabupaten Cianjur, mari bersama-sama membangun daerah dan desa kita. Tidak harus selalu bekerja ke luar kota. Kita bisa menggarap lahan yang ada di wilayah kita karena Cianjur memiliki tanah yang subur dan sangat potensial,” katanya.
Menurutnya, selama ini sektor pertanian sering kali dipandang sebelah mata karena identik dengan keterbelakangan dan kesejahteraan yang rendah. Karena itu, pihaknya ingin mengubah paradigma tersebut agar generasi muda tertarik kembali ke dunia pertanian.
Ia menambahkan, meningkatnya jumlah penduduk serta kebutuhan pangan yang terus bertambah justru menjadi peluang besar bagi sektor pertanian di daerah.
" Ke depan kebutuhan pangan akan semakin tinggi. Ini menjadi peluang pasar bagi petani kita. Dengan dukungan pemerintah serta pemanfaatan lahan yang ada, kami berharap anak-anak muda di Cianjur dapat terjun ke dunia pertanian untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada,” jelasnya.
Prasetyo menilai, potensi pasar di daerah juga semakin terbuka, salah satunya dengan hadirnya berbagai program pemerintah yang membutuhkan pasokan bahan pangan.
" Dengan adanya berbagai program pemerintah dan meningkatnya kebutuhan pangan, tentu ini bisa menjadi peluang bagi para petani lokal untuk lebih berkembang dan sejahtera,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Kerjasama H. Gundra Ruhikmat, ia menegaskan pentingnya menanamkan minat bertani kepada generasi muda, khususnya Gen Z di Kabupaten Cianjur.
" Selama ini profesi petani di definisikan bekerja ditempat yang berlumpur, seperti sawah, ladang dan setiap hari bermandi keringat, di jaman digital seperti sekarang ini paradigma seperti itu sangat keliru, justru petani merupakan ujung tombak sebagai sumber kemandirian pangan kita," tandasnya.
" Dijaman digitalisasi dunia pertanian jika dikelola mengikuti perkembangan zaman hasilnya akan sangat luar biasa, kita gunakan tekhnologi untuk kemajuan pertanian nasional, khususnya di cianjur," pungkasnya.
Hal serupa disampaikan Helmi Ketua Gibas PAC Kota Cianjur, mewakili Gibas Resort Cianjur, ia mengatakan pentingnya sinergitas antar lembaga.
" Untuk membangun Cianjur, diperlukan sinergitas antar lembaga, lembaga organisasi masyarakat dan pemerintah," ucapnya singkat.
Joy

