INFO NEWS | SUKABUMI - Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi, kembali menuai sorotan. Kali ini, menu makanan yang dibagikan di SDN Semplak Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, pada Selasa 10 Februari 2026 lalu, ditemukan belatung dalam hidangan ayam saus manis sehingga menimbulkan keresahan orang tua siswa. Belakangan diketahui, makanan tersebut berasal dari dapur SPPG Prianganjaya Hartini Bakti Negeri.
" Menu makanan yang diterima anak saya pada hari Selasa mengandung belatung. Makanya, kami merasa resah," ungkap salah seorang wali murid SDN Semplak Sukalarang berinisial IT, Sabtu 14 Februari 2026.
Ibu anak dua asal Kecamatan Sukalarang itu, meminta pihak SPPG agar selalu memperhatikan asupan gizi, kebersihan dan mutu dari makanan yang akan disajikan, apalagi konsumennya merupakan anak dibawah umur sehingga rentan terhadap makanan yang tidak higienis.
" Anak-anak itu sangat rentan jika mengkonsumsi makanan yang tidak higienis. Jika nanti timbul masalah kesehatan, siapa yang akan bertanggungjawab?," imbuhnya.
Penyuluh dari Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Darma Nusantara, Heriyanto, menyebutkan bahwa berdasarkan UU Perlindungan Konsumen, setiap konsumen memiliki hak atas makanan yang sehat, bermutu dan aman termasuk informasi yang benar dan jelas tentang makanan yang akan dikonsumsi. Ia juga mengatakan, SPPG sebagai penyedia menu pada program MBG harus mentaati itu semua sehingga program unggulan tersebut benar-benar bermanfaat.
" Sanitasi dan higienitas makanan harus dijamin sejak dari dapur hingga ke tangan siswa. Harus ada penanggung jawab di setiap rantai distribusi, dari produksi hingga konsumsi. Insiden ini harus menjadi perhatian serius, jangan sampai lagi terjadi kasus serupa dan perlu ada tindakan terhadap pihak penyedia jasa atau dapur SPPG Prianganjaya Hartini Bakti Negeri," kata Heriyanto.
Ia juga memaparkan, pentingnya melakukan evaluasi berkala hasil dari program MBG seperti pengukuran tinggi dan berat badan siswa sebagai bagian dari pengawasan nutrisi. Tak hanya itu, pemerintah wajib bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan hingga sembuh jika terjadi keracunan, serta menangani potensi dampak psikologis siswa pada kasus ditemukan belatung dalam menu makanan di SDN Semplak Sukalarang.
" Pengawasan dari dinas kesehatan dan lembaga pengawasan lainnya harus benar-benar aktif. Ini program yang bertujuan mulia demi masa depan negara," paparnya.
Kepala dapur SPPG Prianganjaya Hartini Bakti Negeri, Devan menjelaskan, setelah adanya keluhan atas menu yang disajikan pihak langsung memberikan evaluasi dan pengarahan kepada pekerja dapur. Ia beralasan, belatung yang ditemukan bukan berasal dari masakan ayam saus manis tapi dari salad. Sementara pemilik dapur SPPG, H Dodi mengaku, insiden yang terjadi diluar kendali alias hal yang tidak disengaja.
" Kami berusaha menyajikan menu MBG sesuai regulasi dan ketentuan. Itu kejadian diluar kendali saya, dan tidak disengaja," singkatnya.
AR Sogiri

