| Keterangan Foto: Aktivitas para penambang emas ilegal didalam lubang tikus mencari batuan kuarsa mengandung emas |
INFO NEWS | BOGOR - Insiden terbakarnya kayu stapling atau kayu penyangga terowongan di area lubang tambang Portal L.700 Ciurug PT Antam Tbk, berlokasi di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang diduga menyebabkan belasan penambang emas ilegal meninggal dunia akibat terpapar asap beracun gas karbon monoksida (CO), hingga saat ini masih menyisakan misteri.
Korban selamat dari insiden paparan asap beracun gas karbon monoksida, yang mengaku kerap disapa Bahlil (identitas di redaksi) oleh sesama gurandil menuturkan, penyebab peristiwa tragis yang merenggut nyawa rekan-rekan tersebut diluar prediksi risiko pekerjaan yang akan dihadapi. Saat kejadian, warga asal Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg itu, sedang menggali tanah menyerupai lubang tikus menelusuri urat batuan kuarsa mengandung emas bermodalkan alat sederhana, mengandalkan cahaya penerangan seadanya serta sorotan lampu headlamp yang terpasang dikepala.
" Urat batuan kuarsa yang digali memang mengarah ke area Ciurug, lokasi portal L700 PT Antam. Saat itu saya dan lima rekan lainnya sedang beraktifitas, sedangkan puluhan penambang lainnya istirahat dan ada juga yang sedang tidur," ungkapnya, Senin 9 Februari 2026.
Pria beranak empat kelahiran tahun 1978 itu menambahkan, kecurigaan muncul ketika perutnya terasa mual dan mengalami sakit kepala, disertai berkurangnya tenaga alias tubuh menjadi lemas. Meski kesadarannya hampir hilang, kata dia lagi, Bahlil berusaha keluar dari lubang bersama puluhan penambang lainnya menelusuri lorong ditengah kepanikan yang terjadi.
" Semua panik pak, dan berusaha keluar dari lubang. Banyak yang jatuh pinsan, sehingga mempersulit upaya untuk bisa segera keluar dari lubang. Tiga orang kerabat saya meninggal atau tidak selamat," imbuhnya dengan nada lirih.
Ia juga menyebutkan, jumlah penambang didalam lubang tikus yang terpapar asap beracun mancapai puluhan orang. Sehingga, jumlah korban bisa melebihi 20 orang bukan 11 korban seperti yang disebutkan selama ini. Bahkan, kata dia lagi, dua hari pasca kejadian ada beberapa penambang yang berusaha masuk lubang mengambil barang-barang yang tertinggal dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
" Kalau soal siapa pemilik lubang atau bos yang jadi pemodal, semua orang sudah tahu termasuk pihak berwajib pak. Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa ada asap ke lubang yang digali? Aktivitas serupa kan sudah berjalan lama dan selalu ada informasi yang disampaikan jika ada hal yang membahayakan," tutur Bahlil.
Dilansir dari berbagai sumber, dalam siaran podcast di You Tube Kementerian ESDM, Dirjen Gakkum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwea, menegaskan bahwa target utama dalam upaya memberantas tambang ilegal yakni pemodal dan pihak yang mendukungnya, serta telah mengantongi daftar tambang-tambang ilegal dan jumlahnya mencapai ribuan. Ia juga mengatakan, tindakan hukum akan dijalankan meski dukungan alias bekingnya elit pejabat.
" Tidak adil jika tidak penambang yang notabene masyarakat kecil ditangkap, sedangkan aktor utamanya dan oknum bekingnya tidak tersentuh hukum," kata Rilke Jeffri dalam pernyataannya.
Pegiat lingkungan hidup, Lea Alexsandra, menyoroti pernyataan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwea, yang menyatakan komitmen akan memberantas tambang-tambang ilegal dan menjadikan pemodal serta pihak yang mendukung alias beking, target utama penindakan meskipun oknum bekingnya memiliki jabatan tertentu alias pejabat elit.
" Publik akan menagih komitmen pemerintah dalam memberantas tambang-tambang ilegal. Imbas dari praktik itu sangat luas, jadi perlu tindakan tegas dalam penanganannya," tegasnya.
AR Sogiri

