Sengkarut Dana Bantuan PIP di SDN Cisalak Diwarnai Janji Pengembalian yang Diingkari, hingga Lobi- Lobi dan Koordinasi?

INFONEWS TV
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:32 WIB Last Updated 2026-01-15T03:42:20Z
Foto: Dok. (Rafli) Sengkarut Dana Bantuan PIP di SDN Cisalak: Janji Pengembalian yang Diingkari, hingga Lobi- Lobi dan Koordinasi?

INFO NEWS  | CIANJUR - Sengkarut penyaluran dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Cisalak- Sukaresmi masih terus bergulir, dalam satu bulan ini para orang tua menerima manfaat masih terus berjuang menuntut hak anaknya yang belum mereka terima, disisi lain pihak sekolah masih sibuk berkoordinasi, disisi lainnya sang mantan kepala sekolah yang masuk dalam pusaran carut marut, tak henti memberi harapan palsu, membius para orang tua penerima manfaat dengan janji pengembalian yang kemudian diingkarinya. Rabu (14/1/2026).

Sengkarut PIP di SDN Cisalak diawali dengan berkumpulnya para orang tua murid di salah satu rumah warga setempat, mereka berkumpul untuk melakukan pengecekan data penerima manfaat PIP di aplikasi sipintar.

" Setelah kami mengecek sendiri, ternyata AM (Inisial -red) anak saya peserta didik di SDN Cisalak tercatat di aplikasi sipintar dari tahun 2017, 2018, 2019, 2020 hingga 2021 sebagai penerima manfaat PIP, namun yang sampai ke tangan penerima manfaat cuma sekali, besarannya Rp. 450.000,- sejak saat itu tidak pernah menerima lagi," ungkap orang tua penerima manfaat PIP berinisial TN Selasa (16/12/2025).

" Kami sebagai orang tua penerima manfaat mempertanyakan sisanya yang 4 tahun anggaran mengendap dimana?," ucapnya penasaran.

Disinggung awak media mengenai keberadaan buku simpel, atau buku rekening PIP beserta ATMnya ada dimana?. TN menjawab: " Kami memegang buku rekening PIP hanya pada saat akan ada pencairan," jawabnya.

Pengakuan serupa datang dari NN (Inisial -red) orang tua penerima manfaat lainnya.

" Anak saya NG tercatat di aplikasi sipintar dari tahun 2017, 2018, 2019, 2020 dan 2021 sebagai penerima manfaat PIP, berarti selama 5 tahun berturut-turut mendapat bantuan dari pemerintah," tandasnya.

" Tapi yang saya terima cuman sekali, besarannya Rp. 450.000,- sisanya yang 4 lagi akan saya pertanyakan," tuturnya.

Mengenai buku rekening PIP berikut ATMnya. NN menjelaskan bahwa buku rekening diserahkan pihak sekolah ketika ada pencarian PIP.

" Memegang buku rekening hanya ketika ada pencairan, setelah itu dipegang lagi pihak sekolah, bahkan setelah lulus SD pun bukunya masih di sekolah, berhubung ada pencairan PIP di SMP maka buku rekening PIP saya ambil," katanya.

Setelah mengecek data penerima manfaat PIP di aplikasi sipintar pengalaman mengecewakan juga di alami SN (Inisial -red) orang tua penerima manfaat lainnya.

" Di aplikasi sipintar secara berturut-turut, dari tahun 2023, 2024 hingga 2025, anak saya SA (Inisial -red) tercatat sebagai penerima manfaat PIP, tapi sayang bantuan kembali ke negara, yang membuat saya kecewa pada pihak sekolah, kenapa tidak memberitahukan bahwa anak saya menjadi penerima manfaat PIP," ungkapnya nampak kecewa.

" Meskipun tercatat diaplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP, SA anak saya tidak pernah menerima bantuan, karena bantuannya balik lagi ke kas negara, akibat tidak adanya pemberitahuan dari pihak sekolah, apalagi arahan aktivitasi buku rekening, andai pihak sekolah melakukan pemberitahuan tentu saya akan mengurus aktivasi, karena pada saat itu saya sangat membutuhkan uang untuk biaya sekolah anak saya," keluhnya.

" Sebelumnya, saya sudah beberapa kali datang ke sekolah, mempertanyakan apakah anak saya tercatat sebagai penerima manfaat PIP, mereka pihak sekolah menjawab; tidak terdaftar sebagai penerima manfaat PIP, pada saat itu saya percaya saja karena belum tahu cara mengecek data penerima manfaat PIP di aplikasi sipintar," ujarnya.

Lanjut SN: " Setelah mengecek sendiri di aplikasi sipintar ternyata dari tahun 2023, 2024 dan 2025 anak saya tercatat sebagai penerima manfaat, namun bantuannya kembali ke negara, karena slow respon mengaktivasi buku rekening, semua itu akibat tidak terbukanya pihak sekolah," jelasnya.

Menanggapi keluhan para orang tua penerima manfaat. Guru senior di SDN Cisalak Mahfudin, S. Pd. SD., yang akrab dipanggil Pak Ujang mengatakan.

" Nahanya? raraosan salami ieu pihak sekolah mah sudah menyalurkan seluruhnya bantuan PIP kepada penerima manfaat, tapi ayeuna aya keluhan dari pihak orang tua?," terangnya.

Disinggung soal buku rekening PIP yang selalu disimpan pihak sekolah Mahfudin alias Ujang menjelaskan:

" Didieumah sadayana guru ikut ngalereskeun perkawis PIP, janteun teu aya pengurus, perkawis buku tabungan PIP sadayana oge tos dibagikeun ka orang tuana, tapi naha nya masih keneh aya nu naroskeun buku tabungan ka sakola, sigana hilapeun da sakolamah tos ngabagikeun," bantahnya.

Selanjutnya awak media mempertanyakan tiga nama penerima manfaat yang buku tabungan beserta ATMnya masih tersimpan di sekolah?. Kemudian Ujang menyuruh rekan se- profesinya untuk mencari buku tabungan simpel dalam tumpukan berkas guna mencari tiga nama penerima manfaat yang di sodorkan awak media.

Tak berselang lama rekannya kembali dengan membawa setumpuk buku rekening PIP atau buku tabungan simpanan pelajar yang masih tersimpan di sekolah yang sebelumnya Ujang nyatakan sudah dibagikan kepada para orang tua penerima manfaat.

Setelah setumpuk buku rekening PIP berada diatas meja, Ujang berujar: " Tadi, atas nama siapa saja pak?." Tanya Mahpudin sambil mencari tiga nama penerima manfaat PIP yang di sodorkan awak media.

Sebelumnya, tadi kata Pak Ujang semua buku rekening PIP sudah dibagikan kepada orang tua penerima manfaat, tapi faktanya masih ada tumpukan buku rekening PIP yang masih tersimpan di sekolah? tanya awak media.

" Janten kieu pak ieu teh buku tabungan nu siswana tos kalaluar sakola tapi buku tabunganna teu dicarandak, pihak sakola mah tos menghimbau kepada para orang tua buku tabungan carandak, tapi aya nu dicandak aya nu henteu pak," kelitnya.

Berikutnya, pada Jumat, 19 Desember 2025, Mahfudin, S. Pd. SD., alias Ujang sang Guru senior di SDN Cisalak kembali di konfirmasi awak media terkait keluhan para orang tua penerima manfaat.

" Abdi tos ngobrol sareng pak Ujang Sujai mantan Kepala SDN Cisalak, anjeunna nyanggeumkeun bade menyelesaikan permasalahan PIP," katanya, pada Jumat (19/12/2025).

" Margi upami ningali tahunna, ieu nuju anjeunna janteun Kepala di SDN Cisalak," ungkapnya.

Ia juga menyarankan untuk menghubungi langsung Ujang Sujai mantan Kepala SDN Cisalak.

" Supados langkung jelas, saenamah hubungi langsung anjeunna," ujarnya menyarankan awak media.

Sesuai saran dari Mahfudin, S.Pd. SD., alias Ujang pada Jumat, 26 Desember 2025, awak media menghubungi Ujang Sujai mantan kepala sekolah SDN Cisalak periode 2018 - 2019 melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp.

Dalam sesi wawancara sang mantan Kepala SDN Cisalak siap bertanggung jawab mengembalikan hak penerima manfaat dimasa kepemimpinan nya.

" Diluar tahun tersebut silahkan pertanyakan langsung kepada kepala sekolah yang lain sesuai dengan tahun bertugasnya di SDN Cisalak," tandasnya.

" Saya bertugas di SDN Cisalak dari tahun 2018 hingga 2019," terangnya.

Ujang Sujai sang mantan Kepala SDN Cisalak menambahkan, berapa jumlah penerima manfaat yang ditahun tersebut?.

" Kalau bisa saya minta datanya siapa saja," pintanya.

" Saya siap mengembalikan dana PIP tersebut, namun saya minta waktu sampai tanggal 4 Januari 2026," pintanya.

Setelah waktu yang dijanjikan tiba, pada Senin, 5 Januari 2026 Ujang Sujai sang mantan Kepala SDN Cisalak minta waktu kembali sampai dengan Selasa, 13 Januari 2026.

" Abdi nyungken waktos deui dugi ka tanggal 13 Januari 2026," ujarnya mengulur lagi waktu.

Hingga janji yang kedua kalinya tiba, sang mantan Kepala SDN Cisalak malah sulit dihubungi, hingga saat ini janji yang dia ucapkan belum juga direalisasikan.

Sementara itu, pada Jumat, 9 Januari 2026. Ida Widyaningsih Kepala SDN Cisalak yang menjabat dari tahun 2022 hingga kini, menanggapi keluhan dan tuntutan orang tua penerima manfaat mengatakan.

" Saya mulai bertugas di SDN Cisalak pada pertengahan tahun 2022, mengetahui permasalahan PIP ini saya sangat kaget," ucapnya.

Disinggung awak media mengenai penyaluran dana bantuan PIP dari tahun 2022 hingga 2025 yang dipertanyakan para orang tua penerima manfaat, Ida Widyaningsih menjelaskan.

" Kalau yang tahun 2024 saya akui saya tidak mengurus pencairan PIP kecuali satu orang, mohon maklum dikarenakan saat itu sekolah sedang sibuk mengurus akreditasi dan kegiatan lainnya, jadi teu sempet ngurus PIP nu tahun 2024," jawabnya.

Untuk PIP tahun anggaran 2022- 2023 bagaimana dalam penyalurannya, kejar awak media kembali bertanya.

" Untuk tahun 2022 dan 2023 dicairkan sekolah, dan saya hanya mencairkan saja, kemudian saat itu juga langsung diserahkan ke guru untuk dibagikan kepada penerima hak," jelasnya menjawab pertanyaan awak media.

Disinggung awak media mengenai bukti penyaluran dana PIP, pasca dicairkan sekolah, apakah ada bukti penyerahan kembali kepada penerima manfaat? Saat itu Ida Widyaningsih selaku Kepala SDN Cisalak tidak menjawab serta tidak dapat menunjukkan bukti rincian penyaluran PIP tahun 2022 dan 2023.

Pertanyaan awak media mengenai bukti penyerahan di jawab oleh Mahfudin, S. Pd. SD., alias Ujang sang Guru senior yang saat itu ikut hadir dalam sesi wawancara.

" Aya tapi duka dimana, photo-photo ge aya dina hp, mung hp na rusak," jawab Ujang Mahfudin.

Terkait, keluhan dan tuntutan para orang tua penerima manfaat, yang mengaku sebagian hak anaknya belum mereka terima, kini mereka menuntut ingin dikembalikan, bagaimana sikap Kepala SDN Cisalak menjawab tuntutan mereka? tanya awak media.

" Kumaha atuh, abdi jadi bingung, kin atuh abdi bade ngecek heula teras abdi panginten bade konsul ka pihak kordik, wasbin, abdi oge panginten kedah ngobrol heula sareng KS sateacan abdi pak Ujang Suja'i sareung pak Enjang, malihan mah abdi oge atos ngobrol kamari ge sareung pak Bariji," jawabnya. 

Sementara itu para orang tua penerima manfaat mengaku sangat kecewa dengan sikap pihak sekolah dan mantan kepala sekolah. Orang tua penerima manfaat PIP di SDN Cisalak yang berinisial BA mengungkapkan rasa kekecewaannya.

" Penantian kami selama 1 bulan ini sia-sia, sang mantan alih-alih menepati janjinya mengembalikan uang bantuan PIP anak- anak kami, ironisnya Pak Ujang Sujai mantan Kepala SDN Cisalak malah sulit dihubungi," keluhnya. Selasa (13/1/2026).

" Kemungkinan nomor WhatsApp perwakilan kami ia blokir," terangnya.

Terpisah, BT (Inisial -red) juga mengungkapkan rasa kecewanya. Ia mengaku sangat kecewa dengan janji mantan Kepala SDN Cisalak yang hingga kini tidak direalisasikan.

" Kumaha ieu teh janji-janji we!, udah 2 kali janji tapi teu ditepati, cenah pihak sakola SDN Cisalak teh bade bayar PIP murangkalih abdi," ketusnya.

" Janji geus 2 kali ngan bohong wae teu bukti! aneh abdi mah ningali sikap oknum guru ayeuna mah dugi ka tiasa kieu, kecewa abdi mah," ucapnya menggunakan bahasa daerah.

Tokoh masyarakat setempat berinisial (HN) melihat warganya dipermainkan oknum pendidik, ia turut buka suara.

" Mengamati carut marut penyaluran PIP di SDN Cisalak, saya sebagai warga merasa heran, menyaksikan sepak terjang oknum Guru sekarang, jauh berbeda dengan Guru-guru terdahulu, kok tega- teganya mengambil hak muridnya," katanya.

" Kesian para orang tua penerima manfaat, sudah dijanjikan 2 kali hak anaknya akan dikembalikan, tapi sampai dengan tengat waktu yang dijanjikan tiba malah sulit dihubungi, di didik oleh oknum pendidik seperti ini bagaimana nanti karakter generasi penerus kita kedepannya, guru itu di gugu dan ditiru, gimana kalau yang ditirunya modelan begini," tuturnya.

Lanjut HN: " Ini bukan masalah dugaan penggelapan dana bantuan saja, ini soal etika dan moral, nilai kejujuran, amanah dan tanggung jawab, serta menepati janji," tandasnya.

(Rafli)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sengkarut Dana Bantuan PIP di SDN Cisalak Diwarnai Janji Pengembalian yang Diingkari, hingga Lobi- Lobi dan Koordinasi?

Trending Now