| Keterangan Foto: Kepala BPKSDM Kabupaten Bogor, Yunita Mustika Putri yang menjadi sorotan karena tiba-tiba menjadi milyader dalam kurun waktu tiga tahun. Data e-LHKPN KPK mencatat, harta Yunita tahun 2022 hanya Rp893 juta kemudian melonjak menjadi Rp8,5 miliar pada tahun 2025 |
INFO NEWS | BOGOR - Sosok Yunita Mustika Putri tiba-tiba menjadi sorotan. Kepala BPKSDM Kabupaten Bogor yang sebelumnya menjabat sekretaris dewan di Bumi Tegar Beriman itu disorot karena peningkatan harta yang dianggap tidak wajar dari awalnya hanya Rp893 juta pada tahun 2022 melonjak drastis di tahun 2025 menjadi Rp8,5 miliar berdasarkan data e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 31 Desember 2025.
Sorotan terhadap Yunita Mustika Putri yang notabenenya pelayan publik atau aparatur sipil negara (ASN) belakang diketahui terjadi juga saat dirinya menjadi sekretaris dewan, dan saat itu Ketua DPRD Kabupaten Bogor dijabat Rudi Susmanto yang saat ini jadi Bupati Bogor. Usai dilantik tanggal 14 November 2023, Yunita langsung menangani proyek pengadaan personal computer (PC) sebanyak 45 unit dengan nilai Rp1,1 miliar, artinya satu unit PC dibandrol dengan harga Rp25,7 juta.
" Saat menjabat jadi sekwan di DPRD Kabupaten Bogor, Yunita memborong 45 unit PC menghabiskan duit rakyat Rp1,1 miliar. Harga satu unit PC Rp25,7 juta, itu tidak lazim alias terlalu mahal," kata Achmad Rohani, aktivis Bogor Raya pada Jumat 27 Februari 2026.
Rohani menambahkan, dugaan pemborosan anggaran oleh sekwan DPRD Kabupaten Bogor dibawah komando Yunita kembali terjadi pada tahun 2024 dengan menganggarkan pembelian komputer senilai Rp1.115.262.288 tanpa menyampaikan kepada publik jumlah unit komputer yang dibeli. Kemudian, saat Yunita menjabat Kepala BPKSDM pada awal November 2025, tercatat ada belanja laptop dan tablet PC senilai Rp567.263.446 tanpa ada transparansi jumlah unit.
" BKPSDM juga menganggarkan kembali Rp232.141.126 untuk pembelian perangkat komputer berlayar 11 inci dengan nano glass Gen 5, penyimpanan 1 TB, serta perangkat lain berlayar 8 inci dengan RAM 6 GB, baterai 5050 mAh, jaringan 5G, prosesor Pro M4, dan penyimpanan 512 GB," imbuhnya.
Ia juga mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera bertindak dengan mengklarifikasi laporan harta kekayaan Yunita Mustika Putri, kemudian melakukan tindakan proses hukum agar terungkap sumber harta Kepala BPKSDM Kabupaten Bogor yang tiba-tiba menjadi milyarder. Tak hanya itu, Rohani juga berencana membuka pelaporan kepada instansi penegak hukum lain atas peningkatan harta Yunita sebagai ASN karena dinilai tidak wajar.
" KPK harus periksa Yunita dan mengusut sumber kekayaanya sebagai ASN karena dinilai tidak wajar. Laporan ke instansi hukum lainnya, juga akan ditempuh agar pengelolaan pemerintahan di Kabupaten Bogor bersih dari potensi praktik KKN," jelasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data e-LHKPN KPK, Yunita Mustika Putri, pertama kali melaporkan kekayaannya saat menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada tahun 2022. Kala itu, total hartanya tercatat sebesar Rp893,65 juta yang didominasi oleh satu unit mobil Toyota Vellfire tahun 2016 senilai Rp840 juta serta kas sebesar Rp53 juta.
Namun, laporan periodik selanjutnya menunjukkan kenaikan yang drastis. Pada tahun 2023, total kekayaannya melonjak menjadi Rp6,97 miliar, seiring dengan penambahan aset berupa tanah dan bangunan di wilayah Bogor, Bekasi, dan Palembang. Tren kenaikan ini terus berlanjut pada 2024 dengan total Rp7,47 miliar.
Dalam laporan terbaru per Januari 2026, nilai kekayaan Yunita tercatat mencapai Rp8,54 miliar. Aset tersebut meliputi lima bidang tanah dan bangunan senilai Rp6,9 miliar, satu unit Toyota Vellfire senilai Rp600 juta, harta bergerak lainnya Rp600 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp426 juta.
Fenomena kenaikan harta yang sangat drastis Yunita, kini menjadi sorotan tajam berbagai kalangan ditengah masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Bogor yang mendapat predikat sebagai daerah berpenduduk miskin tertinggi se-Indonesia mengacu pada data BPS. Hingga berita ini ditayangkan, Kepala BPKSDM Kabupaten Bogor, Yunita Mustika Putri,belum memberikan keterangan apapun terkait sorotan atas kenaikan hartanya yang fantastis. Dikonfirmasi via selulernya, Yunita tidak memberikan jawaban dan saat didatangi ke kantor tidak berada ditempat.
" Ibu sedang keluar pak, saya tidak tahu pergi kemana," singkat pegawai BPKSDM yang enggan menyebutkan namanya.
AR Sogiri

