Perjuangan Seorang Ayah, Telusuri Dana Bantuan PIP Anaknya, Begini Kata CSO BRI Unit Cikaroya dan Kepala SDN Hegarmanah

INFONEWS TV
Senin, 26 Januari 2026 | 21:08 WIB Last Updated 2026-01-26T14:13:06Z

Foto: Dok. (Joy/Goesta) Perjuangan Seorang Ayah, Telusuri Dana Bantuan PIP Anaknya, Begini Kata CSO BRI Unit Cikaroya dan Kepala SDN Hegarmanah

INFO NEWS | CIANJUR - Agus Wawan (55) orang tua penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) di satuan pendidikan SDN Hegarmanah - Warungkondang menelusuri dan mempertanyakan kejelasan dana bantuan PIP anaknya yang berinisial (SA), yang hingga saat ini belum mereka terima.

" Anak saya peserta didik di SDN Hegarmanah, tercatat di aplikasi sipintar dari tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 sebagai penerima manfaat PIP, namun, kami baru nerima bantuan satu kali, besarannya Rp. 200.000,- ketika anak saya duduk di kelas VI," terang Agus, Rabu (14/1/2026).

Sambung Agus, setelah itu tidak pernah menerima lagi, hanya sekali itu saja Rp. 200ribu, itupun menerimanya di sekolah.

" Saya tidak mencairkan ke bank. waktu itu dipanggil ke sekolah dan menerima uang dari pihak sekolah sebesar Rp.200ribu,” katanya.

Hingga kini, tambah Agus, anak saya sudah duduk di bangku kelas XII tidak pernah memegang buku Simpanan Pelajar (Simpel) atau buku rekening PIP. Bahkan persoalan ini sempat saya tanyakan ke Pak Aep, salah satu guru di SDN Hegarmanah.

" Pak Aep menyampaikan akan berkoordinasi dengan operator sekolah. Bahkan saya sempat diminta Kartu Keluarga untuk pengecekan data dan diajak ke BRI, namun karena kondisi kesehatan saya tidak ikut. Sepulang dari bank, Pak Aep mengatakan data anak saya tidak muncul,” terang Agus menirukan ucapan Aep.

Saat dikonfirmasi. Kepala SDN Hegarmanah, Deden Suherlan, S.Pd., MM., mengatakan akan menanyakan persoalan tersebut terlebih dahulu kepada operator sekolah, mengingat dirinya baru menjabat sejak tahun 2022.

" Terkait hal ini saya akan tanyakan dulu ke operator, karena saya menjabat di sini sejak tahun 2022,” ucapnya. Rabu (14/1/2026).

Pada sesi wawancara Andi Firdana selaku Operator SDN Hegarmanah membenarkan bahwa SA tercatat sebagai penerima manfaat PIP pada tahun-tahun tersebut.

" Betul, setelah dicek di aplikasi sipintar, yang bersangkutan memang tercatat sebagai penerima manfaat PIP,” ujar Andi, Senin (19/1/2026).

Andi menjelaskan dirinya menjabat sebagai operator sekolah sejak tahun 2017. Ia mengaku data penerima PIP tersimpan di perangkat lama yang kini rusak.

Foto: Dok. (Joy/Goesta) Perjuangan Seorang Ayah, Telusuri Dana Bantuan PIP Anaknya, Begini Kata CSO BRI Unit Cikaroya dan Kepala SDN Hegarmanah

" Datanya ada di laptop lama, tapi laptop tersebut rusak sehingga tidak bisa dibuka,” ujarnya.

Ia juga menyebut masih terdapat arsip fisik penerima PIP yang tersimpan di gudang sekolah.

" Berkasnya ada, namun masih menumpuk di gudang dan perlu dicari. Di situ tercantum nama siswa penerima manfaat beserta nomor rekeningnya. Ini menjadi PR bagi saya sebagai operator,” katanya.

Terkait buku tabungan PIP, Andi menegaskan pihak sekolah selalu menyerahkan buku tabungan kepada orang tua atau siswa penerima manfaat serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pencairan.

" Saya selalu membagikan buku tabungan. Mungkin karena sudah lama, bisa saja lupa atau bantuan tersebut sudah pernah dicairkan,” jelasnya.

Selanjutnya pada Senin, 26 Januari 2026, orang tua penerima manfaat (Agus Wawan) bersama anaknya yang berinisial (SA) pada pukul 14.22 WIB mendatangi BRI Unit Cikaroya guna meminta riwayat transaksi di buku rekening PIP.

" Status rekening sudah ditutup atau close, sehingga tidak bisa dilakukan penerbitan buku tabungan maupun transaksi,” jelas Arif selaku Customer Service Officer (CSO) BRI Unit Cikaroya

Arif menyebutkan, untuk mengetahui riwayat transaksi sejak tahun 2017 diperlukan permohonan khusus dan tidak bisa dilakukan secara langsung.

" Secara normal prosesnya sekitar tiga hari kerja, tergantung antrean,” jelasnya.

Menurut Arif, rekening yang telah ditutup dipastikan memiliki saldo nol. Hal tersebut bisa terjadi karena dana telah ditarik atau dikembalikan ke negara, akibat tidak dilakukan pencairan dalam jangka waktu tertentu.

" Kalau rekening ditutup, saldonya pasti nol. Bisa saja dananya sudah ditarik atau dikembalikan ke negara karena tidak dicairkan dalam waktu lama. Semua itu nanti bisa dilihat dari riwayat transaksi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, pemberitahuan kepada siswa atau orang tua terkait pencairan dana PIP merupakan kewenangan pihak sekolah.

" Pihak bank hanya melayani pencairan dan aktivasi sesuai jadwal. Pemberitahuan ke siswa atau orang tua itu dari pihak sekolah,” pungkasnya.

Joy/Goesta 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perjuangan Seorang Ayah, Telusuri Dana Bantuan PIP Anaknya, Begini Kata CSO BRI Unit Cikaroya dan Kepala SDN Hegarmanah

Trending Now