Orang Tua Siswa SDN Cimurid Cianjur Pertanyakan Dana PIP, Data Sipintar Tercatat Penuh tapi Bantuan Tak Utuh

INFONEWS TV
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:12 WIB Last Updated 2026-01-27T04:15:56Z
Foto: Dok. (Joy) Orang Tua Siswa SDN Cimurid Cianjur Pertanyakan Dana PIP, Data Sipintar Tercatat Penuh tapi Bantuan Tak Utuh

INFO NEWS | CIANJUR – Sejumlah orang tua siswa di SDN Cimurid, Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, mempertanyakan realisasi penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) anak-anak mereka. Pasalnya, bantuan yang tercatat di aplikasi SIPINTAR diduga tidak sepenuhnya diterima oleh penerima manfaat.

Memed (57), warga Kampung Ciremis Wetan RT 01/RW 04, mengungkapkan anaknya, SR (Inisial -red) tercatat sebagai penerima bantuan PIP secara berturut-turut dari tahun 2017, 2018, 2019, hingga 2020. Namun, ia mengaku hanya menerima bantuan sebanyak dua kali selama anaknya menempuh pendidikan di sekolah dasar.

" Di aplikasi SIPINTAR tercatat empat tahun menerima, tapi yang kami terima hanya dua kali. Waktu kelas III Rp450 ribu dan kelas VI Rp225 ribu,” ujar Memed kepada awak media saat ditemui di kediamannya, Minggu (25/1/2026).

Saat ditanya terkait keberadaan buku tabungan, Memed menyebut buku tabungan tidak ada di rumah. 

“ Buku tabungan ada di sekolah, di rumah cuma ada rapor dan ijazah,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Eti Rohayati (43), warga Kampung Ciremis Wetan RT 001/RW 004. Ia menjelaskan anaknya, AJ, dalam aplikasi SIPINTAR tercatat menerima bantuan PIP selama lima tahun, yakni dari 2021, 2022, 2023, 2024 hingga 2025. Namun, berdasarkan catatan pada buku tabungan SimPel, bantuan hanya diterima empat kali.

" Yang tahun 2022 tidak pernah kami terima. Di SIPINTAR ada, tapi di buku tabungan tidak ada catatan pengambilan,” terang Eti Rohayati.

Terpisah, Kepala SDN Cimurid, Ayi Hasanah, S.Pd.SD, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dirinya menjabat sebagai kepala sekolah sejak 2023 hingga sekarang. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menahan buku tabungan dan ATMnya. Senin (26/01/2026).

" Sekarang penerima manfaat sudah punya ATM, jadi bisa mengecek sendiri. Buku tabungan, ATM,” ujarnya.

Ia juga mengarahkan agar konfirmasi teknis dilakukan kepada operator sekolah. 

“ Untuk teknis lebih lanjut, silakan ngobrol dengan operator, karena operator yang lebih mengetahui,” katanya.

Pitri Purwanti selaku operator sekolah yang menjabat sejak 2019 menjelaskan bahwa pihak sekolah terbuka terkait data penerima PIP. Data penerima, kata dia, dicek melalui aplikasi SIPINTAR dan disampaikan kepada wali kelas.

" Data penerima ada by name by address, kami sampaikan ke wali kelas. Kami juga memfasilitasi persyaratan dan mendampingi orang tua serta siswa ke bank,” jelasnya.

Terkait adanya dana yang disebut “bolong” atau tidak diterima, Pitri menegaskan bahwa selama siswa masih bersekolah, pihaknya tidak pernah menahan atau tidak menyalurkan hak siswa. Ia juga membantah tudingan buku tabungan ditahan sekolah.

" Semua buku tabungan sudah dibagikan ke orang tua. Mungkin dulu sempat ada di sekolah, tapi karena alasan keamanan akhirnya dibagikan semua,” katanya.

Menanggapi isu penyaluran kolektif pada tahun tertentu, Pitri mengakui hal tersebut pernah dilakukan dengan surat keterangan kepala sekolah. Namun ia menegaskan, dana tetap diberikan penuh sesuai nominal yang tercatat di buku tabungan tanpa potongan.

" Orang tua dikumpulkan, buku tabungan dibuka, jumlahnya disesuaikan dengan yang tertera, orang tua tanda tangan, dan tidak ada pemotongan,” pungkasnya.

(Joy)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Orang Tua Siswa SDN Cimurid Cianjur Pertanyakan Dana PIP, Data Sipintar Tercatat Penuh tapi Bantuan Tak Utuh

Trending Now