Tanya Jawab Bersama DPC PTI Cianjur, Kesbangpol: Organisasi Harus Sold

INFONEWS TV
Minggu, 30 November 2025 | 14:02 WIB Last Updated 2025-11-30T07:08:44Z
Foto: Dok. (Her/InfoNEWS) Sesi tanya-jawab bersama DPC PTI Cianjur menghadirkan para pemateri yang kredibel.

INFO NEWS | CIANJUR - Setelah melaksanakan diklat dan pengukuhan Ketua PAC dan Pengurus DPC Pemuda Tani Indonesia (PTI) Cianjur. Acara selanjutnya di isi dengan sesi tanya jawab interaktif, dikarenakan pemateri berjumlah belasan orang dari berbagai lembaga pemerintah, swasta, NGO dan Korporasi, maka kegiatan tanya jawab dibagi menjadi dua sesi.

Sesi tanya-jawab pertama diawali pemaparan dari Perwakilan Bulog Cianjur Yanto Nurdianto. Ia menjelaskan posisi Bulog sebagai lembaga yang mengurusi komoditas dari hulu ke hilir 

" Fungsi Bulog adalah untuk menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga pangan, serta menyalurkan bantuan pangan," ujar Dian dalam sesi tanya-jawab dengan peserta Diklat DPC PTI Cianjur di Wisma Kemensos Ciloto- Cianjur, Sabtu (29/11/2025).

" Jika petani bingung harus menjual komoditi kemana, kami memberi kesempatan untuk menjual ke bulog," tuturnya.

Terakhir, ia membahas tentang harga dan market komoditi serta mengelola hasil bumi, untuk kemudian di distribusikan kembali ke masyarakat.

Disisi lain Kepala Kesbangpol Cianjur Ahmad Mutawali menyoroti tentang kesolidan serta ke-kompakan sebuah organisasi, menurutnya dalam sesi tanya-jawab, roda organisasi akan berjalan jika semua elemen internal berkerja sesuai tupoksinya masing-masing.

Mewakili Kadisnya. Sekdis Diskoperdagin Wahyu Ginanjar, S.IP. MM., menekankan tentang pentingnya menjaga kualitas produk.
Foto: Dok. (Her/InfoNEWS) Sesi tanya-jawab berjalan penuh keakraban.

" Kita harus menjaga kualitas produk kita, supaya pelanggan puas, dan kembali lagi membeli produk kita," tandasnya.

Adm. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cianjur Ade Gugiharto dalam sesi tanya jawab mengatakan bahwa tugas pokoknya adalah menjaga hutan agar tetap lestari.

" Selain menjaga hutan, kami juga menjaga lahan, berkaitan dengan hutan sosial, dalam mendukung ketahanan pangan nasional atau swasembada pangan, kitapun memiliki target, dan target itu akan tercapai jika kita bekerja sama dengan baik dengan para petani hutan," ungkapnya.

Sesi tanya-jawab terus berjalan diisi dengan para pemateri kompeten, tanya jawab sesi satu berakhir pada pukul 12.00 WIB, setelah istirahat tepat pukul 13.00 WIB dilanjut dengan tanya jawab sesi kedua, dengan delapan pemateri berbeda.

Salah satu pemateri. Direktur Agraria Institute Dede Firman Karim menekankan pentingnya cara hidup selaras dengan alam, namun katanya, petani tidak akan bisa melaksanakan kegiatan bercocok tanam jika tanahnya bermasalah.

" Kita itu berasal dari tanah, kembali ke bawah tanah, jika kita memahami tentang pertanahan sama dengan memahami diri kita," tuturnya dalam sesi tanya-jawab.

Sementara itu Perwakilan dari PT. Pupuk Indonesia (PI) Geugeu Sudewi selaku Account Executive Wilayah Penyaluran Kabupaten Cianjur membawa kabar baik bagi petani kecil, katanya bahwa penebusan pupuk bersubsidi dipermudah.

" Dalam astacitanya Presiden sangat mendukung petani, dengan mendukung ketersediaan pupuk tanpa kecuali," ucapnya.

Menurutnya regulasi penyaluran pupuk dipangkas habis- habisan, dan Perpres terbaru menjadi acuan.

" Kepmentan No 15 yang menjadi turunannya mempermudah para petani dalam melakukan penebusan pupuk bersubsidi, hanya dengan KTP petani bisa melakukan penebusan pupuk, tapi KTP bisa di gunakan bagi petani yang terdaftar di e- RDKK," terangnya.
Foto: Dok. (Her/InfoNEWS) Penyerahan bibit tanaman secara simbolis.

Sementara itu Aziz Muslim Anggota DPRD Cianjur mengajak para Kader PTI untuk langsung bekerja nyata.

" Tidak banyak yang ingin saya sampaikan terkait teori dan regulasi, saya sudah jenuh mempersoalkan teori, saya berharap kedepannya ada kegiatan lanjutan, saya tidak melihat teman- teman yang mukanya kusut, masa depannya tidak jelas, kenapa kita miskin? karena kita di miskinkan oleh sistem," tandasnya dalam sesi tanya-jawab dengan kader DPC PTI Cianjur.

" Regulasi atau kebijakan Pemerintah berpihak tidak kepada petani, kita di cekoki angin surga yang luar biasa, ketika Pemerintah Pusat maupun Daerah menggembor- gemborkan lagi mendorong semangat swasembada pangan, tinggal satu lagi dari sistem ini informasinya jangan terputus ke masyarakat bawah, dan ini menjadi tantangan pemuda tani," katanya.

Sementara itu dalam sambutannya Dr. Ir. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra, menuturkan:

" Kedaulatan pangan itu bukan hanya sekedar ketersediaan bahan pangan, tapi juga tentang keterjangkauan," terangnya.

Kegiatan tanya jawab terus berlangsung hingga pukul 16.00 WIB diisi dengan pemaparan materi berbobot dari para narasumber yang kredibel.

(Heri)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tanya Jawab Bersama DPC PTI Cianjur, Kesbangpol: Organisasi Harus Sold

Trending Now