INFO NEWS | CIANJUR - Beberapa penerima manfaat SDN jamali 5 Desa jamali kecamatan mande, merasa di bohongi dalam penyaluran PIP baik reguler maupun aspirasi, hal ini di ketahui warga penerima setelah melakukan pengecekan, melalui aplikasi resmi sipintar. Sabtu (30/8/2025).
Kekecewaan warga terungkap dalam data aplikasi sipintar, bahkan beberapa penerima manfaat kaget, dengan jumlah yang seharusnya di terima, ada yang mendapatkan 6 kali namun dirinya hanya terima 2 kali, ada yang mendapatkan 4 kali namun baru terima 2 kali, bahkan waktu dan tanggal pencairan pun tercantum di aplikasi sipintar.
Tercatat dari tahun 2018 hingga 2023, dan itupun tidak seutuhnya di terima penerima manfaat, bahkan kebolongan dari tahun ketahun terlihat jelas, di buku tabungan tercatat 4 namun keterima baru 3 kali dan sisanya yang di pertanyakan.
Mengenai buku tabungan Simple BRI awak media sempat pertanyakan pada inisial BR, nama asli di redaksi, BR pun menanggapi, bahwa buku tabungan ada pada saya, namun sayangnya buku tabungan BRI di terimanya oleh anak saya setelah keluar sekolah (Lulus)," pungkas BR.
Bukan saja BR yang mengaku, tapi di tempat yang sama ada yang berinisial E nama asli ada di redaksi, bantuan PIP anak saya juga selama belajar di SDN jamali 5, baru keterima 2 kali sementara di aplikasi sipintar tercatat 3 kali penerimaan, bahkan dana tercantum cair dari tahun 2022 hingga 2024, saya baru terima 2 kali, pertama Rp 450 ribu yang kedua Rp 450 ribu, dan yang satu lagi belum keterima," pungkasnya.
Selain BR dan E banyak yang lainya keluhkan hal yang sama, ada yang dapat 2 keterima, ada yang 3 keterima 2 semuanya pariasi, namun dalam hal ini di pastikan adanya kebolongan PIP SDN jamali 5, karena antara jumlah yang seharusnya di terima, tidak sesuai dengan yang ada di aplikasi si pintar.
Di sekolah SDN jamali 5, awak media kompirmasi kepala sekolah SDN jamali Ujang Rokayah S.Pd, dirinya memberi tanggapan pada awak media, pada tahun 2023 saya baru menjabat kepala sekolah di SDN jamali 5, dan sebelumnya saya bertugas di wilayah campak mulya.
"Jadi selama saya bertugas di SDN jamali 5, alhamdulilah tidak ada masalah, apalagi adanya kebolongan program PIP, bahkan di jaman saya semua siswa dan orang tuanya mencaikan sendiri di Bank BRI," tandasnya
Rafli.