INFO NEWS | BANDUNG BARAT - Upaya klarifikasi dan dialog terbuka terkait peristiwa yang terjadi di wilayah Padalarang pada April 2026 lalu, hingga kini belum terealisasi.
Penasihat LSM GMP-LING, H Gundra, menyatakan pihaknya masih menunggu terbukanya ruang komunikasi dengan perwakilan pelaku usaha baju bekas di Padalarang untuk mengklarifikasi sejumlah informasi.
"Rencana untuk duduk bersama dan berdialog secara terbuka sudah kami sambut baik. Kami berharap komunikasi tetap terbuka agar tidak ada kesalahpahaman," ujar H Gundra, Senin (28/9/2026).
Menurut Gundra, inisiatif pertemuan sebelumnya sempat mengemuka. Namun, hingga saat ini pertemuan tersebut belum dapat dilaksanakan karena adanya kendala komunikasi.
"Kami mengalami kendala untuk melanjutkan komunikasi. Padahal kami sudah menyatakan kesiapan untuk berdialog," sambungnya.
Ia menegaskan, tujuan dialog tersebut adalah untuk menjaga kondusifitas dan mencegah munculnya asumsi liar di tengah masyarakat.
"Saya tidak pernah menutup pintu untuk berdialog. Kalau ada yang perlu diklarifikasi, mari disampaikan secara terbuka. Kritik yang kami sampaikan selama ini dalam konteks kepentingan publik dan penegakan hukum," katanya.
Sementara itu, redaksi Infonews-tv.com telah melakukan konfirmasi terpisah via sambungan telepon pada Jumat (25/9/2026) kepada perwakilan Paguyuban Baju Bekas Padalarang berinisial AL.
Saat dikonfirmasi terkait peristiwa penindakan tersebut, AL memberikan keterangan sebagai berikut:
"Enggak tahu, di berita kita sama-sama nonton TV, semua orang tahu, tapi itu bukan urusan saya," tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. Redaksi menyimpan rekaman konfirmasi sebagai arsip.
Reporter: Goesta

