| Foto: Dok. (Joy IN) Orang tuanya, Ai Nuraeni (43), berharap ada uluran tangan dari pemerintah, masyarakat, maupun dermawan untuk meringankan biaya pendampingan pengobatan putrinya |
INFO NEWS | CIANJUR – Vanie Aulia (6), warga Kampung Pasir Angin RT 002/003 Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur, penderita Hirschsprung, menanti operasi kedua yang dijadwalkan Rabu, 28 Oktober 2026 di RSUD R. Syamsudin, S.H. (Bunut) Kota Sukabumi.
Orang tuanya, Ai Nuraeni (43), berharap ada uluran tangan dari pemerintah, masyarakat, maupun dermawan untuk meringankan biaya pendampingan pengobatan putrinya.
Vanie telah menjalani operasi pertama berupa biopsi pada Rabu (16/09/2026). Pascaoperasi, ia menjalani kontrol pertama pada Jumat (25/09/2026).
Untuk kontrol tersebut, Ai harus berangkat dari Cugenang pukul 05.30 WIB dan baru tiba kembali di rumah pukul 18.00 WIB.
"Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB pagi. Alhamdulillah, tiba kembali di rumah sekitar pukul 18.00 WIB," tuturnya. Senin (28/9/2026).
Sebelum kontrol, keluarga mendapat kunjungan dari Kecamatan Cugenang, Kepala Desa Gasol, dan kader Posyandu pada Senin (21/09/2026).
"Alhamdulillah, sebelum jadwal kontrol hari Jumat, ada perwakilan dari Kecamatan Cugenang, Kepala Desa Gasol, serta kader Posyandu yang datang ke rumah untuk menengok anak saya. Saya juga mendapat bantuan dari Kepala Desa Gasol berupa uang," ujarnya.
"Alhamdulillah, dengan bantuan tersebut saya sangat terbantu. Saya sangat berterima kasih sekali kepada perwakilan dari Kecamatan Cugenang dan Kepala Desa Gasol yang sudah datang ke rumah untuk melihat keadaan anak saya," katanya.
| Foto: Dok. (Joy) Sebelum kontrol, keluarga mendapat kunjungan dari Kecamatan Cugenang, Kepala Desa Gasol, dan kader Posyandu pada Senin (21/09/2026) |
Hasil kontrol pertama memastikan Vanie siap melanjutkan tahapan berikutnya. Dokter menjadwalkan kontrol kedua pada Senin (26/10/2026), anestesi pada Selasa (27/10/2026), dan operasi kedua pada Rabu (28/10/2026). Dokter berpesan agar kondisi Vanie tetap stabil.
"Saya disuruh datang lagi untuk kontrol kedua pada Senin (26/10/2026). Kemudian hari Selasa (27/10/2026) untuk proses anestesi, dan hari Rabu (28/10/2026) dilakukan tindakan operasi yang kedua," jelasnya.
"Kata dokter, saya harus menjaga anak supaya kesehatannya stabil dan pola makannya juga bagus," ucapnya.
Meski biaya medis ditanggung BPJS Kesehatan, keluarga masih harus menanggung transportasi Cianjur–Sukabumi, biaya pendamping, dan kebutuhan harian Vanie. Di tengah keterbatasan ekonomi, Ai berharap bantuan terus mengalir hingga pengobatan selesai.
"Semoga ke depannya ada yang membantu dan meringankan kebutuhan anak saya sampai selesai menjalani pengobatan. Saya hanya ingin anak saya sehat dan bisa menjalani kehidupannya seperti anak-anak lainnya," harapnya.
Reporter: Joy

