Muskorda III IJTI Cianjur Tekankan Kredibilitas Jurnalis Hadapi Distorsi Algoritma

INFONEWS TV
Selasa, 08 September 2026 | 15:52 WIB Last Updated 2026-09-08T08:56:09Z
Keterangan gambar: (Joy) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Cianjur menggelar Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) III dengan tema "Menjaga Kredibilitas di Tengah Distorsi Algoritma" di Bydiel Hotel, Cianjur, Selasa (8/9/2026).

INFO NEWS | CIANJUR – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Cianjur menggelar Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) III dengan tema "Menjaga Kredibilitas di Tengah Distorsi Algoritma" di Bydiel Hotel, Cianjur, Selasa (8/9/2026).

Muskorda dihadiri Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, Wakapolres Cianjur, perwakilan Kodim 0608/Cianjur, Ketua DPRD Cianjur, unsur Forkopimda, serta pengurus IJTI Pengda Jawa Barat dan Pengurus Pusat IJTI.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengapresiasi pelaksanaan Muskorda tersebut. Menurut dia, pers memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam penyampaian informasi dan kontrol sosial.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cianjur, saya mengucapkan selamat dan apresiasi terhadap terselenggaranya Musyawarah Koordinator Daerah yang ke-III IJTI Kabupaten Cianjur," ujar Wahyu.

"Pemerintah daerah memerlukan pers, baik media cetak maupun televisi. Kami membutuhkan pers sebagai mitra untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dan juga sebagai kontrol sosial," katanya.

Ia menilai tantangan jurnalistik semakin besar seiring perkembangan teknologi digital yang memungkinkan setiap orang memproduksi informasi tanpa verifikasi.

"Dengan tantangan saat ini, bisa menjadi jurnalis dadakan tanpa pemberitaan yang faktual dan berimbang. Saya sangat terbantu dengan rekan-rekan IJTI, PWI, pewarta dan rekan-rekan jurnalis lainnya," tuturnya.

Wahyu menegaskan Pemerintah Kabupaten Cianjur terbuka terhadap kritik yang objektif dan berbasis fakta sebagai bahan evaluasi.

"Kami sebagai pemerintah menyadari bahwa kami juga manusia, memiliki kekurangan dan keterbatasan. Kami tidak boleh menjadi pemerintah yang anti kritik. Kami siap menerima masukan untuk bersama-sama membangun Cianjur," tegasnya.

"Jurnalis pada akhirnya bukan hanya kamera dan tempat hiburan, tetapi jurnalis itu tentang manusia, tentang suara masyarakat yang tidak berkenan atau memiliki persoalan yang bisa disampaikan," ungkapnya.

Ia berpesan agar Muskorda mengedepankan kekeluargaan dan kepentingan organisasi.

"Utamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Saya yakin dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, IJTI Cianjur semakin maju dan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Cianjur," katanya.

Ketua IJTI Korda Cianjur terpilih, Eron Syah, menyatakan siap menjalankan amanah kepengurusan.

"Alhamdulillah, ini amanah buat saya untuk keberlangsungan organisasi. Apapun akan saya jalankan. Di tengah pasang surut kondisi media seperti sekarang, kita sebagai jurnalis harus tetap eksis dan tetap berkarya dalam kondisi apapun," ujar Eron.

Ia menyebut akan melanjutkan program kepengurusan sebelumnya dan mendorong anggota yang belum mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) untuk segera memenuhi prosedur organisasi.

"Teman-teman anggota yang belum mengikuti UKJ karena itu memang prosedur yang harus ditempuh di IJTI,maka kita sebagai pengurus harus melibatkan dan mendorong anggota yang belum mengikuti UKJ," jelasnya.

Ke depan, IJTI Korda Cianjur akan memperkuat pelatihan jurnalistik televisi yang menyasar pelajar, TNI, Polri, masyarakat umum, dan content creator.

"Banyak content creator yang tidak memahami kaidah jurnalistik televisi. Akhirnya banyak yang digugat dan mencederai nama baik jurnalis. Ini penting, bagaimana kita membuat kegiatan untuk content creator dengan kaidah jurnalistik televisi agar mereka memahami aturan jurnalistik," paparnya.

"Kita selalu bersaing dengan distorsi algoritma, tetapi kita harus menjaga eksistensi, kredibilitas, nama baik dan profesionalisme kita," tegas Eron.

Ia menegaskan IJTI memiliki mekanisme penindakan tegas bagi anggota yang melanggar aturan organisasi.

"Di IJTI hukumannya keras. Jika memang berbuat ulah, bisa dicabut keanggotaannya. Karena itu kita akan terus berupaya agar teman-teman bisa hidup dengan karya dan profesi kita tidak mati," katanya.

Program yang akan dijalankan meliputi sekolah jurnalistik serta pelatihan pengambilan gambar dan penulisan naskah.

"Kita akan menjalankan program-program ke sekolah-sekolah, pelatihan internal, pengambilan gambar, naskah dan lainnya. Kemudian ke tingkat umum, pelajar, TNI dan Polri," pungkasnya.

"Jangan pernah ketika mengambil berita tidak berimbang. Kemudian juga tahan dengan fitnah dan cacian. Selama kita berkarya lurus dan benar, jalani saja," tutupnya.

Reporter: Joy
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Muskorda III IJTI Cianjur Tekankan Kredibilitas Jurnalis Hadapi Distorsi Algoritma

Trending Now