| Keterangan Foto : Lokasi produksi pertambangan PT Antam Tbk UBPE Pongkor, didalam kesunyian lorong ini menyeruak bau busuk praktik jual beli jadwal waktu shift antara pemain emas ilegal dengan oknum keamanan yang nilainya mencapai ratusan juta. |
INFO NEWS | BOGOR - Dugaan keterlibatan oknum keamanan PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor berinisial EY selaku komandan tim (Dantim) dan oknum sopir mobil patroli berinisial DI dalam praktik jual beli jadwal waktu Shift di lokasi kegiatan pertambangan alias Portal Level 71, terus mendapat sorotan tajam. Ketua Indonesia Morality Watch (IMW) Perwakilan Jawa Barat, Edwar, mendesak aparat penegak hukum (APH) bertindak tegas tanpa pandang bulu sebagaimana instruksi Presiden Prabowo.
" Tidak ada alasan bagi aparat kepolisian untuk tidak membongkar praktik ini. Kongkalikong antara oknum keamanan dan pemain emas ilegal, merupakan praktik mafia tambang," ujar Edwar, Minggu 14 Juni 2026.
Ia juga mengatakan, kesepakatan haram dalam mencuri batuan emas di lokasi produksi PT Antam Tbk UBPE Pongkor diduga tidak hanya melibatkan oknum sopir patroli dan komandan tim (Dantim) saat jual beli waktu shift dilakukan, tapi disinyalir melibatkan juga bagian-bagian lain hingga kepala keamanan alias Security Work Unit Head karena nilai atau harga agar bisa masuk ke area portal level 71 mencapai Rp316 juta.
" Tidak mungkin uang senilai Rp316 juta hanya dinikmati ID dan EY, pasti dibagikan ke pihak-pihak di internal PT Antam Tbk UBPE Pongkor terutama yang berkaitan dengan keamanan," imbuhnya.
Disisi lain, kata Edwar lagi, adanya praktik jual beli waktu shift di portal level 71 antara NN pemain emas ilegal asal Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan oknum keamanan (EY dan DI) melalui perantara berinisial JA, adalah bentuk ketidakmampuan Kasim selaku Security Work Unit Head alias kepala keamanan yang dikenal dengan sebutan Askam menjalankan peran dan fungsi dalam pekerjaan. Harusnya, tambahnya, kepala keamanan di copot dari jabatannya karena lalai mengawasi anak buah dilapangan.
" Periksa kepala keamanan PT Antam Tbk UBPE Pongkor, kalau terlibat dalam jual beli jadwal waktu shift harus diproses hukum. Kalau tidak, harus dicopot karena lalai menjalankan fungsi jabatannya," ungkap Edwar.
Hasil penelusuran, PT Antam Tbk dikabarkan telah memeriksa puluhan pegawainya dalam dugaan jual beli jadwal waktu shift di Portal Level 71 meski hingga saat ini belum memberikan keterangan apapun terkait kongkalikong para pemain emas ilegal dengan oknum keamanan yang mendapat sorotan publik. Indikasi dugaan keterlibatan kepala keamanan baik secara langsung maupun tidak langsung diungkapkan NN yang merasa kecewa karena jadwal waktu shift yang ditawarkan SR dialihkan pihak lain.
" Sekitar bulan lalu, saya ditawarkan jadwal waktu shift oleh SR, tapi dialihkan ke orang lain. Lalu saya mendatangi pak Kasim mempertanyakan hal itu, katanya silakan saja bermain asal saya tidak mengetahuinya," papar NN Jumat 12 Juni 2026, menirukan penyataan kepala keamanan.
Seperti diketahui, dilansir dari berbagai sumber, pasca terbakarnya kayu penyangga di portal level 700 yang menyebabkan kematian belasan gurandil akibat terpapar asap. Direktur Utama PT Antam Tbk, Untung Budiharto dalam keterangannya di Jakarta pada 19 Januari 2026, mengaku akan memperketat pengawasan dan pengamanan wilayah tambang agar aktivitas ilegal diluar kegiatan resmi perusahaan dapat dihentikan secara permanen.
" Antam tidak akan mentolerir kegiatan atau aktivitas ilegal diluar kegiatan resmi perusahaan. Kami akan terus berkoordinasi dengan APH dan otoritas berwenang dalam pengawasan serta pengamanan area pertambangan," kata Untung Budiharto.
Ia juga mengatakan, penguatan pengamanan wilayah tambang sejalan dengan komitmen ANTAM dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten, khususnya pada aspek keselamatan kerja, perlindungan masyarakat sekitar tambang, serta tata kelola operasi yang bertanggung jawab.
“Penegakan K3 dan keamanan wilayah bukan hanya untuk melindungi operasional perusahaan, tetapi juga untuk melindungi masyarakat. Tambang ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan jiwa,” ucapnya.
Hasil penelusuran dilapangan, hingga saat ini praktik jual beli jadwal waktu shift di portal level 71 PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UPBE) Pongkor disinyalir masih tetap berjalan seakan tidak bisa tersentuh hukum atau dipelihara demi memperkaya diri oknum-oknum yang terlibat dalam lingkaran mafia tambang di Gunung Pongkor.
Ded/AR Sogiri

