Dipikul Sejak 1993, Mang Maman Jual Bubur Ayam, Kisah Hidupnya Jadi Potret Perjuangan

INFONEWS TV
Minggu, 10 Mei 2026 | 22:27 WIB Last Updated 2026-05-10T15:29:09Z
Foto: Dok. (Joy) Dipikul Sejak 1993, Mang Maman Jual Bubur Ayam, Kisah Hidupnya Jadi Potret Perjuangan 

INFO NEWS | CIANJUR -Di tengah perkembangan zaman dan menjamurnya usaha makanan modern, sosok sederhana bernama Mang Maman (62), warga Kampung Gasol I RT 05/RW 03 Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih setia menjajakan bubur ayam dengan cara dipikul menggunakan tanggungan tradisional.

Pria kelahiran tahun 1964 itu bukan hanya menjual bubur ayam, tetapi juga membawa kisah perjuangan hidup yang penuh haru, pada Minggu (10/5/2026), Mang Maman menceritakan bagaimana dirinya harus menjalani hidup penuh cobaan sejak kecil.

Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku ditinggalkan ibunya saat masih berusia 3 tahun, kemudian ditinggal sang ayah ketika usianya menginjak 13 tahun.

"Saya hidup serba sendiri sejak kecil," lirihnya penuh haru.

Kini di usia senjanya, Mang Maman telah memiliki lima orang cucu. Meski usia tak lagi muda, semangatnya mencari nafkah tetap tak pernah padam. Ia diketahui mulai berjualan bubur ayam sejak tahun 1993 dan bertahan hingga tahun 2026, atau sudah sekitar 33 tahun menjalani profesi tersebut.

Saat ditanya soal aktivitasnya sehari-hari, Mang Maman mengaku harus bangun sejak dini hari demi menyiapkan dagangannya.

"Saya bangun dari jam 04.00 pagi buat nyiapin semuanya. Sekitar jam 05.30 dagangan sudah siap," ujarnya.

Dulu, saat tenaga masih kuat, Mang Maman biasa berkeliling cukup jauh menjajakan bubur ayamnya. Namun kini karena faktor usia, dirinya hanya berjualan di sekitar wilayah tempat tinggalnya.

"Kalau dulu masih kuat suka keliling jauh. Kalau sekarang paling sekitar sini saja," katanya.

Meski begitu, rezeki seolah selalu datang menghampiri. Bubur ayam dagangannya kerap habis hanya dalam waktu beberapa jam.

"Alhamdulillah, berangkat jam 05.30 WIB, sekitar jam 08.30 dagangan biasanya sudah habis, terus langsung pulang," ucapnya sambil tersenyum tipis.

Kisah Mang Maman menjadi potret nyata perjuangan masyarakat kecil yang tetap bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Tanpa mengeluh, ia terus melangkah memikul dagangannya demi keluarga dan harapan hidup yang sederhana.

Joy
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dipikul Sejak 1993, Mang Maman Jual Bubur Ayam, Kisah Hidupnya Jadi Potret Perjuangan

Trending Now