| Foto: Dok. (Joy) Camat Mande, H. Epi Rusmana, SH, S.IP, MM, menjelaskan bahwa banjir terjadi secara cepat dan sempat surut dalam waktu singkat |
INFO NEWS | CIANJUR – Banjir bandang menerjang Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026). Sebanyak 97 jiwa dari 32 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 2 meter.
Kepala Desa Jamali, Cece Rusmana, S.IP, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah, dari 97 jiwa atau 32 KK yang terdampak, tidak ada korban jiwa," ujarnya saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Namun, terkait total kerugian, pihak desa belum dapat memastikan angka pasti.
"Untuk kerugian saat ini belum bisa diprediksi," tambahnya.
Warga yang terdampak banjir memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan tetangga terdekat sambil membersihkan sisa lumpur dan barang-barang yang terendam.
"Warga memilih ke rumah sanak saudara dan tetangga. Sambil membersihkan sisa banjir," jelasnya.
Meski demikian, pemerintah desa telah menyiapkan lokasi evakuasi di aula desa serta dukungan dari Mako Polsek Mande.
| Foto: Dok. (Joy) Nampak dalam gambar, petugas gabungan dari unsur TNI/Polri, Tagana dan instansi lainnya sedang membersihkan pemukiman warga dari berbagai jenis material yang terbawa arus banjir |
Selain itu, berbagai unsur pemerintah dan lembaga terkait telah turun langsung ke lokasi, termasuk Forkopimcam, BPBD, TNI, Polri, PMI, hingga relawan.
Sementara itu, Camat Mande, H. Epi Rusmana, SH, S.IP, MM, menjelaskan bahwa banjir terjadi secara cepat dan sempat surut dalam waktu singkat.
"Pada hari Kamis (30/4/2026), air sempat naik dan dalam waktu sekitar 30 menit sudah surut kembali. Saat ini kondisi air sudah normal," ungkapnya.
Ia menyebutkan ketinggian air bervariasi, tergantung lokasi rumah warga.
"Yang tertinggi mencapai 2 meter, ada juga 1,5 meter, bahkan ada yang hanya setengah meter karena posisi rumah berbeda," katanya.
Menurutnya, banjir kali ini tergolong yang terparah.
"Biasanya memang sering banjir, tapi tidak sampai 1 sampai 2 meter. Ini baru pertama kali setinggi itu," tegasnya.
Selain banjir, wilayah Mande juga dilaporkan mengalami longsor di Kampung Baduga yang mengarah ke Desa Kutawaringin. Meski demikian, akses jalan masih dapat dilalui.
Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana seperti banjir dan longsor, serta segera melapor jika terjadi kejadian," ujarnya.
Terkait kebutuhan logistik, pemerintah memastikan kondisi masih aman.
"Untuk logistik sudah disiapkan oleh pemerintah kabupaten dan disimpan di kantor desa. Alhamdulillah aman," pungkasnya.
Joy

