Orang Tua Pertanyakan Motif Penahanan Ijazah Alumni SDN Campakamulya, dan Dugaan Peserta Didik Fiktif di SMPN 1 Mande

INFONEWS TV
Senin, 16 Maret 2026 | 20:52 WIB Last Updated 2026-03-16T13:55:44Z
Foto: Dok. (Rafli) Orang Tua Pertanyakan Motif Penahanan Ijazah Alumni SDN Campakamulya, dana bantuan PIP yang belum diterima, dan Dugaan Peserta Didik Fiktif di SMPN 1 Mande

INFO NEWS | CIANJUR - Puluhan orang tua murid pertanyakan motif penahanan ijazah alumni SDN Campakamulya di Kecamatan Mande, dampak dari penahanan ijazah, para orang tua murid mengaku mendapat kesulitan saat mengurus data kependudukan yang harus disesuaikan dengan akta lahir dan ijazah. 

Seperti yang disampaikan oleh ST (Inisial -red) salah satu orang tua murid yang terkena dampak penahanan ijazah SD. 

" Kami mengalami kesulitan saat hendak mengurus administrasi data kependudukan, untuk membuat akta lahir anak, datanya harus disesuaikan dengan yang tertera di ijazah, tanpa penjelasan yang jelas sampai saat ini ijazah SD masih tersimpan di sekolah," keluh ST, Senin (16/3/2026).

" Tahun 2017, anak saya masuk ke SDN Campakamulya- Mande, sekarang anak saya duduk dikelas 9, SMPN 1 Mande," jelasnya.

Lanjut ST: " Yang seangkatan dengan anak saya jumlahnya ada 53 orang, 52 alumni mengalami hal yang sama, ijazahnya masih dipegang pihak SDN Campakamulya- Mande, yang sudah diterima ijazahnya baru 1 orang siswa," ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan NR (Inisial -red) orang tua murid lainnya, anaknya merupakan alumni SDN Campakamulya- Mande.

" Kalau dilanjutkan ke SMP, anak saya sekarang duduk di kelas 8, tapi anehnya meskipun tidak dilanjutkan ke SMP, ijazahnya sampai hari ini masih dipegang pihak SDN Campakamulya- Mande,"  terangnya.

" Setelah lulus SD langsung saya masukkan ke pesantren, saya tidak mendaftarkannya ke SMP manapun, tapi anehnya di aplikasi sipintar tercatat sebagai penerima manfaat PIP di satuan pendidikan SMPN 1 Mande," bebernya.

Lebih lanjut ia mengaku selama anaknya menjadi peserta didik di SDN Campakamulya- Mande tidak pernah sekalipun mendapatkan bantuan PIP, padahal di aplikasi sipintar tercatat sebagai penerima manfaat.

" Saat bersekolah di SDN Campakamulya- Mande, anak saya tidak pernah menerima dana bantuan PIP, padahal di aplikasi sipintar dari tahun 2017, 2018, 2019, 2020, dan 2021 tercatat sebagai penerima manfaat," ungkapnya.

Sambung NR, Meskipun tidak pernah mendaftarkan anak saya di SMPN 1 Mande, maupun di kelas jauhnya, tapi sesuai yang tercatat di aplikasi sipintar dari tahun 2022 hingga 2025 tercatat sebagai penerima manfaat.

" Aneh nyaeta? teu pernah daftar di SMPN 1 Mande, budak nage dibarang lulus SD langsung dipasantrenkeun di Warungkondang, tapi datana budak aya di SMP, saha nya nu ngadaftarkeunna," ucapnya dengan nada bertanya menggunakan bahasa daerah.

Disinggung awak media mengenai keberadaan buku simpanan pelajar (simple) atau buku rekening PIP, keduanya kompak menyebut tidak pernah memegangnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi awak media terkait motif penahanan ijazah, dana bantuan PIP, hingga munculnya dugaan peserta didik fiktif, Indra yang merangkap jabatan operator SDN Campakamulya- Mande dan operator SMPN 1 Mande, buka suara:

" Untuk permasalahan ijazah di SDN Campakamulya- Mande bukan berarti ditahan, melainkan disimpan, dan akan dibagikan berbarengan dengan ijazah SMP," Bantah Indra.

" Memang ada beberapa yang ijazahnya masih tersimpan di sekolah, itupun karena khawatir anak- anak tidak melanjutkan sekolah, langkah tersebut merupakan antisipasi, jadi ijazahnya di simpan dulu di sekolah," kelitnya.

Kemudian disinggung awak media mengenai munculnya dugaan peserta didik fiktif di SMPN 1 Mande, ia berucap akan menghapus datanya.

" Untuk data siswa yang tercatat dan terdaftar sebagai penerima bantuan PIP, yang fiktif, saya akan menghapus datanya, dan itu tidak di cairkan karena anaknya tidak melanjutkan sekolah ke SMPN 1 mande di kelas jauh," katanya.

" Dulu, Guru kelas 6 itu saya, saya selalu berkoordinasi dengan Bu Cucu, dan saya selalu bertanya kepada siswa kelas 6 yang akan melanjutkan ke SMP," akunya.

Sambung Indra, memang anak yang bersangkutan awalnya mau di lanjutkan, namun pas awal tahun ajaran dirinya tidak ada, sedangkan setiap PPDB saya kan setor data ke SMP induk.

" Jadi mungkin saya belum mengecek ulang data lagi ke SMP induk, sehingga namanya tercantum sebagai penerima bantuan program PIP," bebernya.

Rafli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Orang Tua Pertanyakan Motif Penahanan Ijazah Alumni SDN Campakamulya, dan Dugaan Peserta Didik Fiktif di SMPN 1 Mande

Trending Now