| Foto: Dok. (Joy/Rafli) Nama Tercatat, Orangnya Tak Pernah Sekolah: Dugaan Siswa Fiktif di SMPN 1 Mande Terbongkar |
INFO NEWS | CIANJUR – Dugaan ketidaksesuaian data pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Cianjur. Seorang warga Kampung Sukasirna, RT 005 / RW 004,Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,mengaku kaget saat mengetahui anaknya tercatat sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di tingkat SMP, padahal tidak pernah melanjutkan sekolah ke jenjang tersebut.
Imas (36) mengungkapkan, anaknya, Muhamad Usman Maulana, merupakan lulusan SDN Campakamulya tahun 2024. Setelah lulus, anaknya tidak melanjutkan ke SMP, melainkan langsung masuk ke pondok pesantren di wilayah Kedung Cikidang Bayabang.
"Anak saya lulus dari SDN Campakamulya, tapi tidak pernah didaftarkan ke SMP Negeri 1 Mande. Langsung masuk pesantren," ujarnya saat dikonfirmasi dikediamannya, Selasa (17/3/2026).
Namun, berdasarkan data pada aplikasi SIPINTAR, anaknya justru tercatat sebagai penerima bantuan PIP tahun 2025 di SMP Negeri 1 Mande. Hal ini membuat pihak keluarga merasa resah dan khawatir data tersebut disalahgunakan.
"Saya tidak pernah mendaftarkan anak saya ke SMPN 1 Mande, tapi kok bisa tercatat sebagai penerima PIP," tambahnya.
Imas juga mengaku hingga saat ini buku tabungan PIP dan ijazah anaknya masih berada di pihak sekolah dasar.
"Buku tabungan ada di SDN Campakamulya, ijazah juga masih ditahan," katanya.
Ia juga menambahkan, sejumlah warga lain mengalami hal serupa. Bahkan, menurutnya, sempat terjadi kejanggalan saat pengambilan ijazah.
"Tadi juga ibu-ibu di sini pada ambil ijazah ke sekolah. Tapi ada yang bilang diambil dulu ke SMPN 1 Mande, itu kan aneh," ungkapnya.
Sementara itu, pihak SMP Negeri 1 Mande belum dapat dikonfirmasi karena aktivitas sekolah tengah libur panjang Idulfitri.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur melalui Kabid PLT SMP, Irfan Sopandi, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut.
Ia menegaskan, jika ditemukan ketidaksesuaian data atau potensi kerugian negara, maka akan direkomendasikan untuk dikembalikan ke kas negara serta dilakukan audit oleh Inspektorat Daerah.
"Nanti akan kami cek datanya. Jika memang faktanya siswa tidak melanjutkan ke SMP tapi datanya ada, maka akan kami rekomendasikan untuk diperiksa oleh Inspektorat," ujarnya.
Ia juga menyebutkan, audit menyeluruh terkait kasus serupa di wilayah Kecamatan Mande direncanakan akan dilakukan setelah Lebaran.
"Jika ada temuan kerugian negara, hasilnya nanti harus dikembalikan. Setelah Lebaran, akan dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat,” tegasnya.
Joy/Rafli

