| Foto: Dok. (Joy/Goesta) Buntut ditemukannya kejanggalan pengelolaan dana bantuan PIP SMP terbuka yang menginduk ke SMPN 1 Warungkondang, Helmi Halimudin, S. Pd., M.Si., Kabid SMP di Disdikpora Kabupaten Cianjur akan melakukan konfirmasi ke kepala sekolah. |
INFO NEWS | CIANJUR - Buntut ditemukannya kejanggalan pengelolaan dana bantuan PIP SMP terbuka yang menginduk ke SMPN 1 Warungkondang, Helmi Halimudin, S. Pd., M.Si., Kabid SMP di Disdikpora Kabupaten Cianjur akan melakukan konfirmasi ke kepala sekolah.
" Iyah Senin kita konfirmasi dulu ke Kepseknya," tulis Helmi saat dikonfirmasi awak media Infonews melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp, Sabtu (24/1/2026).
" Sekarang kan lagi libur dulu sekolahnya," sambungnya.
Disisi lain, Kepala SMPN 1 Warungkondang terkait keluhan orang tua penerima manfaat PIP mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara rinci persoalannya.
" Saya menjabat di sekolah ini dari tahun 2025, dan belum mengetahui secara rinci persoalannya," ucap Jaenal Arifin, S.Pd., Plt. Kepala SMPN 1 Warungkondang, Jumat (23/1/2026).
" Orang tua siswa datang saja ke sekolah. Nanti akan saya arahkan ke operator untuk ditindaklanjuti, apakah dana tersebut sudah dicairkan atau masih di bank, supaya ada kejelasan,” pintanya.
Hal senada disampaikan Rizki selaku tim operator SMPN 1 Warungkondang.
" Datanya nanti saya cari dulu. Bisa jadi siswa lupa atau belum mengakui penerimaan bantuan PIP,” tutur Rizki yang mengaku sebagai tim operator SMPN 1 Warungkondang. Senin (19/2/2026)
Sebelumnya para orang tua penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Terbuka, yang menginduk ke SMPN 1 Warungkondang, mengaku kaget setelah melihat nama anaknya di aplikasi sipintar secara berturut- turut (3 tahun anggaran) tercatat sebagai penerima manfaat PIP, namun tidak pernah sekalipun menerima bantuan tersebut.
Seperti yang di sampaikan NH (54) selaku orang tua penerima manfaat PIP, warga Kp. Ciremis Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.
" Anak saya, AB dari tahun 2021 mendaftar, kemudian tercatat sebagai peserta didik di SMP Terbuka, tahun pelajaran 2021-2022 yang menginduk ke SMPN 1 Warungkondang, adapun aktivitas belajar mengajarnya dilakukan seminggu 3 kali, di gedung SDN Cimurid," jelas NH, Rabu (14/1/2026).
" Kemudian pada tahun 2022, AB, anak saya, keluar dari SMP terbuka, dan ikut saudaranya mondok di Bandung, hingga saat ini," terangnya.
Disinggung awak media kenapa AB keluar sebagai peserta didik di SMP terbuka warungkondang? NH menjelaskan:
" Atuh da teu paruguh belajarna, saminggu ngan tilu kali, dari senin hingga rabu, mulaina ti lohor," katanya menjawab pertanyaan awak media menggunakan bahasa daerah.
Darimana Ibu NH mengetahui kalau anak Ibu, AB mendapat dana bantuan PIP? kejar awak media kembali bertanya.
" Saya mengecek di aplikasi sipintar dari tahun 2021, 2022 dan 2023, Bari anak saya tercatat sebagai penerima manfaat PIP, namun tidak pernah sekalipun menerima uang bantuan, di sakola teu aya pemberitahuan, da pikirteh murangkalih na oge tos liren sakolana ti tahun 2022," jawabnya.
Terkait buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP, ia mengaku tidak mengetahui keberadaannya.
" Saya tidak mengetahui keberadaannya, sudah lama juga, apalagi saya hampir dua tahun ditinggal suami meninggal,” bebernya.
Terpisah, SH (46) orang tua murid mengeluhkan hal serupa, ia menuturkan bahwa anaknya JS juga tercatat sebagai peserta didik di SMP terbuka warungkondang.
" JS anak saya tercatat sebagai peserta didik di SMP terbuka warungkondang, yang menginduk ke SMPN 1 Warungkondang, dia, masuk tahun 2021, lulus 2023, selama itu anak saya mengikuti aktivitas belajar mengajar di gedung SDN Cimurid," ujar SH.
" Diaplikasi sipintar, Jesnita dari tahun 2021, 2022, dan 2023 tercatat sebagai penerima manfaat PIP," katanya.
SH menambahkan, dana bantuan PIP sebesar Rp. 1500.000,- telah kami terima.
" Namun sisanya 1 tahun anggaran belum kami terima, kami tidak pernah mencairkan, namun dalam keterangan buku rekening pada 30 November 2023 ada yang men- debet," akunya.
" Terkait buku rekening PIP, pada tahun 2023 saya pernah menyerahkan buku rekening PIP ke sekolah, selama 1 minggu buku rekening berada ditangan sekolah, setelah mereka menyuruh mengambil kembali," katanya.
(Joy/Goesta)

