11 Gurandil Jadi Korban Gas Karbon Monoksida PT Antam, Bos NDY Malasari Jadi Sorotan?

INFONEWS TV
Jumat, 23 Januari 2026 | 22:34 WIB Last Updated 2026-01-23T15:37:08Z
Keterangan Foto: Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, memberikan pernyataan saat mengunjungi Mapolsek Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis 22 Januari 2026, serta mengecek peristiwa kebakaran tiang penyangga lubang tambang di PT Antam yang menelan korban 11 orang gurandil.

INFO NEWS | BOGOR - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyebutkan ada 11 orang penambang emas ilegal atau gurandil yang meninggal dunia akibat terbakarnya kayu penyangga di lubang tambang atau portal L.700 PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupeten Bogor, pada Selasa 13 Januari 2026 lalu, sekira pukul 00.30 WIB.

" Ada 11 orang yang meninggal karena gas karbon monoksida (CO) akibat kebakaran tersebut, semua korban sudah diterima pihak keluarga dan dimakamkan tanpa proses otopsi," kata Irjen Pol, Rudi Setiawan di Mapolsek Nanggung, Kamis 22 Januari 2026.

Kapolda Jabar menambahkan, situasi di dalam area yang terbakar diketahui masih ada asap yang mengandung CO dan masih dalam batas aman. Ia juga menyampaikan, upaya evakuasi penambang yang diduga masih terjebak didalam lubang galian terus dilakukan, dan didirikan posko siaga di Polsek Nanggung untuk menampung laporan warga yang merasa kehilangan keluarganya.

" Kami khawatir seperti itu, karena masih ada warga yang mengaku keluarganya belum kembali. Kita belum mengetahui, apakah berada dilokasi kejadian atau ditempat lain," imbuhnya, seraya menjelaskan bahwa penyelidikan di TKP belum bisa dilaksanakan karena terdapat asap dari kayu yang masih terbakar.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menuturkan, persoalan tambang baik yang legal maupun ilegal di Bumi Tegar Beriman rawan terjadinya kecelakaan. Kondisi tersebut, kata KDM, tidak terlepas dari ketergantungan sebagian masyarakat terhadap aktivitas pertambangan sebagai sumber mata pencaharian.

" Diperlukan solusi ekonomi jangka panjang bagi  masyarakat di sekitar area pertambangan, dan tidak bisa ditangani dengan pola lama," ujar KDM kepada wartawan, Kamis (22/02/2026) di Holiday Inn Bandung.

Menurut KDM, 11 orang penambang emas ilegal alias gurandil yang meninggal karena terbakarnya tiang penyangga di lubang tambang PT Antam, disatu sisi dianggap mendapatkan resiko karena melakukan aktivitas liar karena melanggar aturan, tadi disisi lain para korban adalah tulang punggung kebutuhan sehari-hari serta menjadi pahlawan bagi keluarganya.

" Bogor itu pertumbuhan ekonominya baik, investasinya juga baik. Nah, link dan matchnya harus segera disusun dengan baik. Tak bisa terus-terusan polanya seperti ini," jelasnya.

Dari fenomena miris yang menimpa sejumlah gurandil ketika berusaha memasuki area lubang tambang L.700 PT Antam untuk mengambil batuan kuarsa mengandung emas, dengan cara menggali lubang hingga ratusan meter agar  mencapai titik L.700. Muncul sorotan publik terkait siapa pelaku utama alias penyandang dana bagi para korban (gurandil, red) di tengah keihklasan keluarga korban dalam menerima takdir.

" Ya terima secara iklas saja pak, ini sudah menjadi nasib atau takdir. Setahu saya, almarhum bekerja untuk Bos NDY sebagai pemilik lubang. Kaitan peristiwa terbakarnya tiang penyangga di L.700 yang menjadi pemicu kematian saudara saya, itu urusan polisi dalam mengusutnya,' kata RH (42), kerabat salah satu gurandil yang menjadi korban.

Warga asal Kecamatan Cigudeg itu juga memaparkan, korban sudah hampir 3,5 tahun menekuni pekerjaan sebagai gurandil di lubang milik Bos NDY di Malasari, Kecamatan Nanggung. Hal itu, dikisahkan korban saat bertemu dirinya pada pertengahan bulan Oktober 2025 lalu, serta menyampaikan pesan agar memperhatikan keluarganya jika terjadi sesuatu hal pada diri korban saat berada dalam lubang.

' Saya masih ingat pesan almarhum, bahwa dalam menjalani kehidupan harus iklas dan terus berikhtiar dalam mengais rejeki. Apapun yang terjadi, itu adalah takdir yang tidak bisa dihindari," ucap RH menirukan pesan almarhum saat bertemu dirinya.

Berbekal penuturan salah satu kerabat korban, dan hasil penelusuran di Desa Bantar Karet terkait aktivitas penambangan emas tanpa izin  (PETI) di Gunung Pongkor, sosok Bos NDY asal Malasari, memang dikenal sebagai pemilik lubang galian alias pemodal para gurandil. Bahkan, belakang diketahui NDY diduga merupakan bos gurandil terbesar dari 29 orang pemodal lainnya.

" Kalau bos NDY mah paling besar disini, beliau jadi pemilik lubang atau pemodal.Setahu saya, para penambang yang meninggal karena keracunan asap di L.700, itu lubangnya memang punya bos NDY," tutur seorang warga Desa Malasari, yang enggan namanya disebutkan (identitas diredaksi).

Berikut asal desa dan jumlah para penambang emas ilegal alias gurandil yang menjadi korban gas karbon monoksida (CO) akibat terbakarnya kayu penyangga di lubang tambang L.700 PT Antam dan berhasil dievakuasi. Saat ini, tim penyelamat masih melakukan pencarian korban-korban lainnya ditengah upaya penyelidikan aparat penegak hukum (APH).

1. Desa Malasari, Kecamatan Nanggung: 2 (dua) orang korban 

2. Kecamatan Cigudeg: 6 (enam) orang korban

3. Desa Urug, Kecamatan Sukajaya: 3 (tiga) orang korban 

AR Sogiri
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 11 Gurandil Jadi Korban Gas Karbon Monoksida PT Antam, Bos NDY Malasari Jadi Sorotan?

Trending Now