| Foto: Dok. (Rafli/InfoNEWS)) Nampak dalam gambar orang tua penerima manfaat sedang menerima penyerahan buku rekening PIP dari pihak sekolah SDN Sukamulya (27/11/2025). |
INFO NEWS | CIANJUR - Tujuan Pemerintah menggelontorkan dana bantuan PIP setiap tahunnya untuk mencegah peserta didik putus sekolah, menarik kembali siswa putus sekolah, meringankan biaya pendidikan, seperti: seragam, buku dan transportasi, serta memastikan pemerataan akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Namun hal berbeda terjadi di satuan pendidikan SDN Sukamulya- Mande, dengan alasan sibuk dan pergantian operator terjadi keterlambatan pencairan, dana bantuan yang seharusnya cair di tahun 2024, baru bisa di cairkan tahun 2025, itupun setelah para orang tua penerima manfaat ramai mempertanyakannya.
Solihat selaku Bendahara SDN Sukamulya kepada awak media menjelaskan alasan mengapa terjadi keterlambatan pencairan.
" Mohon maaf pak karena mungkin kemarin-kemarin kami ada banyak kesibukan P3K dan lain-lainnya, makanya yang 2024 baru kali ini kami memprosesnya, dan kami baru mengetahuinya, alhamdulillah saat ini bapak telah mengingatkan kami, sebelumnya kan ada pergantian operator lama ke operator baru," jelas Solihat, Kamis (27/11/2025).
" leres bapak da kami mah selama ini kalau menerima informasi dari operator, kami baru menindaklanjuti, jadi kami baru mengetahuinya," tuturnya.
" Dari total 113 siswa penerima manfaat hanya 68 siswa yang melaksanakan penarikan pada hari ini, sisanya sudah dicairkan ketarik di SMP," terangnya.
Tidak hanya keterlambatan pencairan, di SDN Sukamulya terungkap, bahwa buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP selama ini sebagian besar disimpan pihak sekolah
" Sebetulnya tidak semuanya dipegang pihak sekolah pak, sebagian ada yang dipihak sekolah sebagian ada yang dipegang oleh orang tua, yang dipegang pihak sekolah itu dikarenakan pihak orang tua memang yang menginginkan dipegang oleh sekolah, adapun yang ingin dipegang oleh orang tua masing-masing ya kami persilahkan dipegang oleh orang tua," bantah solihat.
Sebelumnya, pada hari Jumat, 21 November 2025, setelah mengecek langsung di aplikasi sipintar para orang tua penerima manfaat mengeluh karena ada hak anaknya yang belum mereka terima, terutama dana bantuan PIP tahun anggaran 2020, 2021, 2022 dan 2023.
Setelah ramai pemberitaan pihak sekolah langsung bereaksi dengan mengumpulkan para orang tua penerima manfaat, dan menyerahkan buku simpanan pelajar (Simpel) atau buku rekening PIP yang sebelumnya dipegang oleh pihak sekolah.
Kepala SDN Sukamulya Erwin Kustamaji usai melaksanakan kegiatan musyawarah dengan para orang tua penerima manfaat PIP menjelaskan, bahwa agenda musyawarah yang digelar pada hari ini dalam rangka membahas permasalahan PIP tahun anggaran 2024 dan 2025, dan pembagian buku rekening PIP berikut ATM kepada penerima manfaat.
" Yang dibahas dalam pertemuan kali ini adalah permasalahan PIP tahun 2024, penerima manfaatnya sebanyak 113 siswa, dan tahun 2025 sebanyak 12 siswa, dilanjutkan dengan penyerahan buku tabungan dan ATM kepada orang tua," terangnya, Kamis (27/11/2025).
Disinggung awak media terkait buku rekening PIP beserta ATM disimpan di sekolah apakah tidak bertentangan dengan aturan? persesjen mengharuskan buku rekening PIP beserta ATMnya harus dipegang oleh penerima manfaat, tanya awak media?.
" Memang betul sebagian buku tabungan dan ATM ada di Sekolah itupun tidak seluruhnya, kami akui ini secara aturan suatu kesalahan, untuk itu setelah kami evaluasi, makanya hari ini dibagikan, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," jawabnya.
Tadi ada orang tua murid yang mengeluhkan bahwa musyawarah hari ini yang dihadiri para Orang Tua Penerima Manfaat, Kepala Sekolah, Bendahara Sekolah, Operator Sekolah, dan Komite Sekolah, menurutnya tidak sejalan dengan yang mereka keluhkan, karena yang mereka keluhkan dana bantuan PIP tahun anggaran 2018, 2019, 2020, 2021 dan 2022 ? tanya awak media.
" Bertahap pak, saat ini saya baru akan menyelesaikan permasalahan yang 2024 dan 2025 terlebih dahulu, untuk yang sebelumnya juga kami akan selesaikan akan tetapi sifatnya untuk yang kebelakang saya hanya membantu, karena itu bukan di jaman saya, saya baru bertugas disini bulan November 2023," jawabnya.
Selanjutnya awak media bertanya tentang SMP kelas jauh, apakah benar kegiatan belajar mengajarnya menggunakan gedung SDN Sukamulya?.
" Memang benar ada SMP terbuka disini menginduk ke SMPN 1 Mande," jawabnya.
Apakah pengurus PIP di SMP terbuka, dan operatornya merupakan orang yang sama, Pengurus dan Operator SDN Sukamulya? tanya awak media.
" Ya sama pak masih pengurusnya disini dari Sukamulya, makanya alhamdulillah disini dari pagi sampai sore pun senantiasa rame selalu ada kegiatan sekolah," jawabnya.
Kalau pengurus dan operatornya merupakan orang yang sama, ada keluhan dari orang tua penerima manfaat yang anaknya tercatat di aplikasi sipintar dari tahun 2021, 2022 dan 2023, tapi sama sekali mengaku belum pernah menerima dana bantuan PIP?, dan yang mengalami kejadian seperti ini tidak hanya satu orang, menurut pandangan bapak sebagai kepala sekolah gimana? tanya awak media.
" Kalau bisa minta datanya pak atas nama siapa?, nanti akan kami lakukan pengecekan," jawabnya.
Langkah Kepsek tersebut membuat kecewa orang tua penerima manfaat, pasalnya yang dituntut orang tua murid ialah pengembalian dana bantuan PIP tahun anggaran 2023 ke bawah, yang sampai saat ini belum diterima oleh penerima manfaat.
" Saya kecewa dengan pertemuan tadi yang membahas tentang PIP tahun anggaran 2024 dan 2025, sedangkan yang di permasalahkan kami adalah dana bantuan PIP tahun anggaran 2021 dan 2022 yang sampai saat ini belum kami terima," keluh orang tua penerima manfaat berinisial BK, Kamis (27/11/2025).
" Respon pihak sekolah tidak nyambung dengan tuntutan kami," Imbuhnya.
Lanjut BK: " Topik bahasan dalam pertemuan tadi tidak nyambung dengan keluhan orang tua penerima manfaat," terangnya.
Terpisah, MG (Inisial -red) orang tua penerima manfaat PIP, setelah menerima buku rekening PIP dari sekolah, ia langsung melakukan pencairan dana bantuan PIP tahun anggaran 2024 di mesin anjungan tunai mandiri.
" Alhamdulillah aya cair pak, sigana mun teu di riweuhkeun ku tukang wartawan mah duka teuing iraha cairna, ieu we 2024 karak cair ayeuna akhir 2025," ucapnya berkelakar.
Hal senada di ucapkan BA (Inisial -red) orang tua penerima manfaat yang sama- sama mencairkan dana bantuan program Indonesia pintar 2024 di tahun 2025
" Alhamdulillah geningan aya acisan bapak, abdi ngahaturkeun nuhun tos merjuangkeun hak anak abdi, ayeunamah tos katampi," ucapnya seraya mengucapkan terimakasih menggunakan bahasa daerah.
Rafli.

