| Foto: Dok. (Joy IN) Kepala Seksi Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Cianjur, Eni Saptiah, S.H., menyebut program ini adalah skema Peningkatan Kualitas (PK) dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) |
INFO NEWS | CIANJUR - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kampung Baduga, Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande, baru menyentuh satu rumah. Dari empat titik yang direncanakan, tiga lainnya ditunda hingga 2027.
Satu rumah yang diperbaiki adalah milik Ahmad (75), warga RT 003/005. Kondisi rumahnya sebelumnya dikategorikan tidak layak huni.
Kepala Seksi Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Cianjur, Eni Saptiah, S.H., menyebut program ini adalah skema Peningkatan Kualitas (PK) dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Anggaran yang digelontorkan Rp20 juta per unit, bersumber dari APBD Kabupaten Cianjur 2026.
"Karena anggarannya efisiensi, anggarannya dari APBD Kabupaten sebesar Rp20 juta," kata Eni, Kamis (17/09/2026).
Dengan anggaran itu, pembangunan tidak mencakup pembangunan baru utuh, melainkan renovasi. Kekurangannya ditutup lewat swadaya masyarakat.
"Itu renovasi. Jadi pembangunan dibantu warga secara swadaya," ujarnya.
Eni mengklaim sosialisasi telah dilakukan ke RT, RW, hingga kepala desa. Namun ia mengakui realisasi masih percontohan.
"Ada Rutilahu empat titik, mau diterima atau tidak. Kalau tidak mau, nanti tahun 2027. Yang sudah terealisasi baru satu titik dan itu untuk percontohan satu dulu," katanya.
| Foto: Dok. (Joy IN) Satu rumah yang diperbaiki adalah milik Ahmad (75), warga RT 003/005. Kondisi rumahnya sebelumnya dikategorikan tidak layak huni |
Untuk tahun anggaran 2027, Disperkim membuka pengajuan baru. Desa diminta mengusulkan melalui kecamatan pada 2026 ini. Syarat penerima mengacu pada kategori desil 1 hingga 4.
Program Rp20 juta dengan skema swadaya ini menjadi potret bagaimana pemerintah daerah menyiasati keterbatasan anggaran untuk mengejar target penanganan rumah tidak layak huni. Di satu sisi satu keluarga terbantu, di sisi lain beban konstruksi masih bertumpu pada gotong royong warga.
Sebelumnya, penerima manfaat, Ahmad, mengaku bersyukur rumahnya diperbaiki.
"Saya sangat berterima kasih... sudah membangun rumah saya yang sudah tidak layak huni," ujar Ahmad, Selasa (15/09).
Reporter: Joy

