Menaker: Jangan Cuma Jago Coding, Mahasiswa Vokasi Harus Bisa Gaul di Dunia Kerja

INFONEWS TV
Kamis, 17 September 2026 | 12:36 WIB Last Updated 2026-09-17T05:40:35Z
Foto: Dok. (Biro Humas Kemenaker) Peringatan itu disampaikan Yassierli dalam Kuliah Umum di Politeknik Mitra Industri, Bekasi, Rabu (16/9/2026)

INFO NEWS | BEKASI - Di tengah gempuran industri yang menuntut kompetensi teknis tinggi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli justru mengingatkan jebakan di baliknya. Menurutnya, mahasiswa vokasi yang hanya mengandalkan kemampuan teknis berisiko tersingkir jika gagal membangun kemampuan non-teknis.

Peringatan itu disampaikan Yassierli dalam Kuliah Umum di Politeknik Mitra Industri, Bekasi, Rabu (16/9/2026).

Ia menyoroti fenomena mahasiswa yang terpaku pada satu keahlian, seperti pemrograman, tanpa dibekali kemampuan berinteraksi. Padahal, dunia industri tidak hanya butuh pekerja yang mahir secara teknis, tetapi yang mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, bernegosiasi, dan beradaptasi.

"Yang kita inginkan bukan orang yang misalnya hanya menguasai coding saja. Pagi, siang, sore, malam, coding. Tetapi dia tidak bisa bergaul dalam tim kerjanya, tidak berinteraksi dengan lainnya. Oleh karenanya, human skills ini penting,” kata Menaker Yassierli.

Yassierli menyebut human skills tidak bisa datang secara instan. Kemampuan presentasi, komunikasi, kerja sama, dan negosiasi harus dilatih sejak di bangku kuliah melalui proses belajar dan pengalaman interaksi sosial.

Selain soal kesiapan kerja, ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak apatis terhadap persoalan publik. Fungsi kampus, kata dia, bukan sekadar mencetak tenaga kerja, tapi juga membentuk nalar kritis.
Foto: Dok. (Biro Humas Kemenaker) Peringatan itu disampaikan Yassierli dalam Kuliah Umum di Politeknik Mitra Industri, Bekasi, Rabu (16/9/2026)


“Mahasiswa harus menjadi garda moral bangsa. Silakan speak up. Indonesia membutuhkan mahasiswa yang peduli,” katanya.

Ia menegaskan, keberanian menyuarakan pendapat adalah bagian dari dinamika demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara santun dan bertanggung jawab.

Menurut Yassierli, masa kuliah harus dimanfaatkan untuk membangun bekal secara utuh, dari kompetensi teknis, human skills, pengalaman industri, organisasi, hingga kepekaan sosial.

“Semoga tiga atau empat tahun lagi, saat Anda hadir ke industri, Anda bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengembangkan industri. Dan semoga dari sini juga lahir pemimpin-pemimpin masa depan,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Yassierli juga mengapresiasi model pembelajaran di Politeknik Mitra Industri yang mengedepankan proyek dan jejaring industri. Model itu dinilai memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi teknis dan human skills secara bersamaan.

“Manfaatkan kesempatan itu, fokus dan jangan disia-siakan. Saya yakin di sini Anda belajar dan sebelum lulus sudah punya berbagai kompetensi dan pengalaman,” pungkasnya.

Reporter: Heri
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menaker: Jangan Cuma Jago Coding, Mahasiswa Vokasi Harus Bisa Gaul di Dunia Kerja

Trending Now