| Foto: Dok. (Joy IN) Vanie dirujuk dari RS Bhayangkara Cianjur ke RSUD R. Syamsudin, S.H. (Bunut), Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Perjalanan pengobatan itu tidak singkat. Dokter memperkirakan Vanie harus menjalani empat tahap operasi hingga kondisinya benar-benar pulih |
INFO NEWS | CIANJUR - Di Kampung Pasir Angin RT 002/003, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, seorang ibu berjuang seorang diri demi kesembuhan putri bungsunya. Ia adalah Ai Nuraeni (43), janda dua anak yang kini menjadi satu-satunya tumpuan hidup untuk Vanie Aulia (6), yang divonis mengidap Hirschsprung disease atau kelainan pada usus besar yang menghambat buang air besar.
Vanie dirujuk dari RS Bhayangkara Cianjur ke RSUD R. Syamsudin, S.H. (Bunut), Kota Sukabumi untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Perjalanan pengobatan itu tidak singkat. Dokter memperkirakan Vanie harus menjalani empat tahap operasi hingga kondisinya benar-benar pulih.
Tahap pertama, operasi biopsi, telah berhasil dilaksanakan pada Rabu (16/09/2026) di RSUD R. Syamsudin, S.H. (Bunut) Kota Sukabumi. Saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (19/09/2026), Ai menceritakan kelegaannya sekaligus kecemasannya menghadapi tahapan selanjutnya.
"Ibu mana yang tidak sayang sama anak. Apapun itu pasti saya lakukan. Walaupun saya tidak bekerja, suami tidak ada, sekuat tenaga apapun untuk anak pasti saya perjuangkan," ujar Ai dengan mata berkaca-kaca.
Keterbatasan ekonomi menjadi ujian terberat. Tanpa pekerjaan tetap, Ai harus meminjam uang dari tetangga untuk bekal mendampingi Vanie selama di Sukabumi.
"Buat uang saku selama di Sukabumi, selama operasi itu juga saya dapat pinjam dari tetangga," katanya.
Di tengah kesulitan itu, ia terbantu dengan adanya rumah singgah gratis di Sukabumi.
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Di Sukabumi juga ada tempat semacam rumah singgah, tempat tinggal gratis dan juga dikasih makan. Itu sangat membantu sekali dan meringankan beban," ucapnya.
Namun perjuangan belum usai. Vanie dijadwalkan harus kontrol pasca operasi pertama pada Jumat (25/09/2026) dan bersiap menghadapi operasi kedua. Hal inilah yang membuat Ai cemas akan biaya operasional.
| Foto: Dok. (Joy IN) Keterbatasan ekonomi menjadi ujian terberat. Tanpa pekerjaan tetap, Ai harus meminjam uang dari tetangga untuk bekal mendampingi Vanie selama di Sukabumi |
"Kontrolnya nanti Jumat (25/09/2026). Saya juga bingung untuk operasional, sedangkan saya tidak bekerja. Masih harus menghadapi operasi yang kedua," bebernya.
Kisah kepulangan mereka setelah operasi pertama menggambarkan betapa beratnya kondisi Ai. Dengan uang tersisa hanya Rp50 ribu, ia dan Vanie terpaksa menempuh perjalanan pulang Cianjur-Sukabumi dengan kereta api tanpa bekal makan dan minum.
"Setelah operasi, pihak rumah sakit menyatakan sudah bisa pulang. Saya sama anak saya naik kereta karena sisa uang cuma Rp50 ribu. Itu juga pas buat ongkos sampai rumah, pas-pasan. Alhamdulillah selamat sampai rumah," tuturnya lirih.
"Selama di perjalanan tidak minum, tidak makan,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Ai menegaskan, untuk biaya tindakan medis dan obat-obatan, ia sangat bersyukur telah ditanggung BPJS Kesehatan. Namun, beban sesungguhnya ada pada biaya hidup dan perawatan di luar tanggungan BPJS.
"Kalau biaya operasi, Alhamdulillah ada BPJS Kesehatan dari pemerintah. Untuk penanganan medis dan obat-obatan bisa dicover BPJS. Tapi untuk biaya sehari-hari pascaoperasi ataupun saat menunggu operasi, kan harus ada biaya," jelasnya.
"Biaya di rumah sesudah operasi juga ada, buat pampers, kantong kolostomi, perekat medis dan lain-lain. Itu kan tidak ter-cover oleh BPJS. Artinya, untuk biaya sehari-hari itu yang menjadi beban," terangnya.
Yang Paling Dibutuhkan Vanie Saat Ini:
Vanie masih membutuhkan uluran tangan untuk 3 operasi selanjutnya, termasuk biaya transportasi Cianjur - Sukabumi untuk kontrol rutin, biaya hidup selama menunggu tindakan, serta kebutuhan perawatan harian di rumah seperti popok, kantong kolostomi (colostomy bag), dan perekat medis yang tidak ditanggung BPJS.
"Saya berharap ada orang baik yang bisa meringankan beban saya untuk biaya operasi ke depannya. Kepada dinas terkait, orang-orang aghniya, mudah-mudahan ada bantuan yang bisa meringankan beban saya," harapnya.
Bagi para dermawan yang ingin membantu meringankan perjuangan Ibu Ai dan kesembuhan Ananda Vanie, dapat menghubungi langsung keluarga di Kampung Pasir Angin RT 002/003, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Atau hubungi nomor telepon yang tercantum di Box Redaksi Infonews-tv.com.
Reporter: Joy

