Tembus Sungai Sedalam Pinggang, Relawan Jadi yang Pertama Tiba di Dusun Terisolasi Manggarai Timur

INFONEWS TV
Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:36 WIB Last Updated 2026-08-28T06:42:07Z
Foto: Dok. (Redaksi - Gambar istimewa) Setelah berhari-hari terisolasi tanpa bantuan, warga Dusun Watu Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur akhirnya mendapatkan bantuan pertama, Selasa (25/8)


INFO NEWS | MANGGARAI TIMUR - Setelah berhari-hari terisolasi tanpa bantuan, warga Dusun Watu Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur akhirnya mendapatkan bantuan pertama, Selasa (25/8).

Dusun yang dihuni sekitar 45 kepala keluarga ini berada di puncak bukit, sekitar 15 kilometer dari Kecamatan Reok. Untuk mencapainya, relawan harus menempuh perjalanan satu jam melewati jalan berbatu, menyeberangi sungai selebar 100 meter dengan kedalaman air setinggi pinggang orang dewasa sambil memanggul logistik berupa bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, dan perlengkapan bayi.

Salah satu relawan yang ikut dalam perjalanan itu, Erly Yeniska Hermitasari, menceritakan beratnya medan yang harus dilalui.

“ Setelah menyeberang sungai, kami harus menanjak lagi berjalan kaki sampai sandal basah hingga kering sendiri di jalan. Ternyata di atas sana ada area landai yang diisi sekitar 18 bangunan rumah. Posisi rumah mereka membentuk huruf 'U', dan di bagian tengahnya dibuatkan tenda darurat bersama untuk tidur anak-anak dan lansia,” ujar Erly. Rabu (26/8/2026).

Di lokasi, relawan mendapati kondisi warga yang memprihatinkan. Terdapat anak-anak, lansia, hingga warga penderita stroke yang butuh penanganan medis segera. Warga memilih tidak tidur di dalam rumah karena trauma gempa susulan yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

“ Cuaca di sana sangat ekstrem. Siang hari sangat panas dan malam hari sangat dingin seperti di puncak gunung. Warga tidak berani tidur di dalam rumah karena takut gempa susulan. Bantuan yang masuk ke lokasi perbukitan itu benar-benar baru dari Pertamina,” tutur Erly.

Kehadiran tim relawan disambut haru. Warga mengaku sudah pasrah setelah berhari-hari menanti bantuan tak kunjung datang.
Foto: Dok. (Redaksi- Gambar istimewa) Dusun yang dihuni sekitar 45 kepala keluarga ini berada di puncak bukit, sekitar 15 kilometer dari Kecamatan Reok. Untuk mencapainya, relawan harus menempuh perjalanan satu jam melewati jalan berbatu, menyeberangi sungai selebar 100 meter dengan kedalaman air setinggi pinggang orang dewasa sambil memanggul logistik berupa bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, dan perlengkapan bayi

“ Pertamina betul-betul peduli dengan kami yang sedang tertimpa musibah saat ini. Puji Tuhan, atas kedatangan Ibu dan Bapak ke sini, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Baru tim dari Pertamina Posko Reo yang bisa muncul dan sampai ke tempat kami,” ungkap Rudoltus.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan,

" Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus mengamankan ketahanan energi nasional, tetapi juga sigap bertindak dalam penanggulangan bencana kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk terus bergerak cepat, menerjang medan tersulit sekalipun, demi mendampingi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," tegas Kitty.

Red
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tembus Sungai Sedalam Pinggang, Relawan Jadi yang Pertama Tiba di Dusun Terisolasi Manggarai Timur

Trending Now