| Foto: Dok. (AI/InfoNEWS) Gambar ilustrasi DPC PTI Cianjur Kawal Pembangunan KNMP di Cidaun, Fasilitas Rantai Dingin Jadi Sorotan |
INFO NEWS | CIANJUR – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan dibangun di kawasan pesisir Cianjur mulai mendapat perhatian dari Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Cianjur. Organisasi tersebut menyatakan akan mengawal pelaksanaan program agar pembangunan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan nelayan.
Ketua DPC PTI Kabupaten Cianjur, Rendi Taufik Ismail, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi tim teknis melakukan pemantauan lokasi yang direncanakan menjadi kawasan KNMP di Kampung Cipandak 1, Desa Jayapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Rendi, keberadaan KNMP di wilayah pesisir Cianjur diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan sekaligus memperbaiki taraf hidup masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.
"Semua itu akan diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur dan fasilitas kerja yang layak," ujar Rendi.
Ia menilai, salah satu kebutuhan penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan tersebut adalah fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Infrastruktur rantai dingin atau *cold chain*, seperti *cold storage* dan pabrik es, dinilai dapat membantu nelayan mempertahankan kualitas ikan setelah ditangkap.
| Foto: Dok. (Saepul/IN) Lokasi KNMP Kampung Cipandak 1, Desa Jayapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur |
"Menyediakan fasilitas rantai dingin (cold chain) seperti cold storage dan pabrik es agar tangkapan nelayan tetap segar dan tidak cepat busuk," sambungnya.
Selain menjaga kualitas hasil tangkapan, Rendi mengatakan fasilitas tersebut juga dapat memberi ruang bagi nelayan untuk tidak langsung menjual ikan ketika harga sedang rendah.
"Mencegah nelayan terpaksa menjual murah hasil tangkapan mereka secara buru-buru karena ikan dapat disimpan dulu di pendingin," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rendi menilai pengembangan kawasan KNMP tidak hanya berkaitan dengan aktivitas nelayan. Menurutnya, kawasan tersebut juga berpotensi melibatkan pelaku usaha lain yang memiliki keterkaitan dengan rantai produksi dan distribusi hasil perikanan.
"Mengintegrasikan aktivitas produksi, koperasi, dan pasar dalam satu kawasan terpadu serta membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar," bebernya.
PTI Kabupaten Cianjur menyatakan akan terus memantau proses pelaksanaan program tersebut di lapangan. Pengawalan, menurut Rendi, diperlukan agar pembangunan fasilitas yang menggunakan anggaran pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di wilayah Cidaun.
Saepul

