5.000 ASN Kehutanan Dikerahkan ke Enam Provinsi, Kalbar Dapat Tambahan 700 Personel Tangani Karhutla

INFONEWS TV
Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:54 WIB Last Updated 2026-08-25T05:57:38Z
Foto: Dok. (Azmi) Kementerian Kehutanan menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk diperbantukan ke enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan itu diambil menyusul kondisi hotspot yang masih berubah-ubah dan membutuhkan penguatan personel di lapangan.


INFO NEWS | KALBAR — Kementerian Kehutanan menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk diperbantukan ke enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan itu diambil menyusul kondisi hotspot yang masih berubah-ubah dan membutuhkan penguatan personel di lapangan.

Dari jumlah tersebut, 2.200 ASN akan ditempatkan di tiga provinsi di Kalimantan. Khusus Kalimantan Barat, sebanyak 700 ASN akan diperbantukan dari wilayah yang relatif tidak terdampak karhutla.

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan penempatan personel tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“ Saya hadir di Kalimantan Barat hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik. Apa yang menjadi instruksi beliau diimplementasikan oleh teman-teman terutama yang ada di Provinsi Kalimantan Barat,” kata Menhuy Raja Antoni.

Raja Antoni menyampaikan tambahan personel diperlukan karena perkembangan titik panas atau hotspot dapat berubah dalam waktu singkat.

“ Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah bersama-sama, akhirnya pada hari ini, sekali lagi per malam kemarin, angka hotspot di Kalimantan Barat sisa 28 saja ya. Nanti datanya akan kita update, sekali lagi ini sangat dinamis,” kata Raja Antoni.

Untuk Kalimantan Barat, 700 ASN tersebut akan berasal dari daerah yang tingkat dampak karhutlanya relatif rendah. Personel tambahan itu disiapkan untuk memperkuat penanganan di wilayah yang membutuhkan dukungan.

Raja Antoni sebelumnya melakukan pengecekan penanganan karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026). Ia menyebut kedatangannya ke wilayah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden untuk memastikan penanganan karhutla di lapangan berjalan sebagaimana mestinya.

Red
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 5.000 ASN Kehutanan Dikerahkan ke Enam Provinsi, Kalbar Dapat Tambahan 700 Personel Tangani Karhutla

Trending Now