Pasca Air Berlumpur Masuk Rumah Warga, Proyek Ayam Petelur Barulimus Jadi Sorotan, Kades Cikancana Akui Dapat Gaji Bulanan?

INFONEWS TV
Kamis, 08 Januari 2026 | 18:10 WIB Last Updated 2026-01-08T13:08:01Z
Foto: Dok. (Info9News) Pasca Air Berlumpur Masuk Rumah Warga, Proyek Ayam Petelur Barulimus Jadi Sorotan, Kades Cikancana Akui Dapat Gaji Bulanan?.

INFO NEWS | CIANJUR - Pasca meluapnya limpasan air hujan bercampur lumpur ke pemukiman warga kampung bojong desa cikancana, pihak pengelola proyek kandang ayam petelur barulimus langsung terjun ke lapangan memperbaiki saluran drainase.

Dikutip dari Info Sembilan News. Nanang selaku Kepala Desa Cikancana, mengakui mendapat gaji bulanan dari proyek ayam petelur barulimus. Ia menjelaskan selain menjabat Kades Cikancana juga memposisikan di peternakan ayam petelur sebagai pekerja bulanan.

" Saya dipeternakan ini digaji kang, yach lumayan perbulannya sekitar 4 juta," jelasnya kepada awak media Info Sembilan News sambil menunjukan lokasi peternakan ayam petelur. Rabu (7/1/2026).

Ia juga membenarkan adanya keluhan warga dan menyebut pihak perusahaan telah menyatakan kesiapan bertanggung jawab atas dampak yang timbul.

“ Pihak perusahaan siap memberikan santunan kepada warga terdampak. Namun kami menyarankan agar santunan tersebut ditunda sampai perbaikan drainase benar-benar selesai,” ujarnya.

Di sisi lain, warga terdampak berharap kejadian serupa tidak terulang. Ani, salah satu warga Kampung Bojong, menegaskan masyarakat tidak ingin dirugikan oleh aktivitas usaha di sekitarnya.

“ Yang penting jangan sampai merugikan warga. Kalau perusahaan mau bertanggung jawab dan memperbaiki, silakan usaha berjalan,” ucapnya.

Hasil penelusuran awak media diketahui limpasan air berlumpur masuk ke beberapa rumah warga. Peristiwa terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Warga menduga kejadian tersebut berkaitan langsung dengan pembukaan lahan proyek yang berada di wilayah lebih tinggi dari permukiman. 

Menanggapi peristiwa tersebut pihak pengelola proyek kandang ayam petelur barulimus bergerak cepat memperbaiki saluran drainase, setelah menerima laporan warga.

“ Kami langsung melakukan perbaikan drainase dan memesan alat berat beko agar pengerjaan bisa segera selesai. Tujuannya supaya kejadian kemarin tidak terulang,” ujar Lilis, orang kepercayaan owner proyek kandang ayam petelur barulimus.

Namun, pernyataan pihak proyek yang menyebut kemungkinan faktor alam sebagai penyebab utama limpasan menuai pertanyaan. Pasalnya, kejadian tersebut baru terjadi pasca aktivitas pembukaan lahan proyek.

" Apabila setelah perbaikan drainase limpasan air masih terjadi, hal tersebut diharapkan tidak langsung dikaitkan dengan aktivitas proyek," tuturnya.

“ Cuaca sekarang sulit diprediksi. Kalau drainase sudah diperbaiki dan masih terjadi limpasan, itu faktor alam,” tandasnya.

Selain dampak lingkungan, Lilis menjelaskan, untuk persoalan legalitas proyek turut menjadi perhatian publik. Pihak pengelola mengklaim seluruh perizinan telah dikantongi sebelum kegiatan pembangunan dimulai, mulai dari kesesuaian tata ruang, kajian lingkungan, izin lingkungan, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“ Kami mengurus izin bersama Pak Asda. Owner tidak mau menjalankan kegiatan sebelum izin lengkap,” jelas Lilis.

Namun hingga berita ini diturunkan, dokumen perizinan tersebut belum diperlihatkan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini memunculkan tuntutan transparansi dari sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Cikancana, HN, menyatakan dukungannya terhadap investasi dan kegiatan usaha di wilayahnya, namun menegaskan pentingnya keterbukaan dokumen dan komitmen lingkungan.

" Masyarakat tidak menolak usaha, tapi berhak tahu. Perizinan seperti PBG, SLF, dan izin lingkungan perlu dibuka ke publik. Termasuk komitmen CSR dan pengelolaan dampak lingkungan, karena dampaknya nyata dirasakan warga,” tegasnya.

Lalu HN juga mempertanyakan apakah desain teknis drainase proyek telah melalui kajian lingkungan yang memadai, mengingat limpasan lumpur langsung mengarah ke permukiman warga.

Di sisi lain, warga terdampak berharap kejadian serupa tidak terulang. Ani, salah satu warga Kampung Bojong, menegaskan masyarakat tidak ingin dirugikan oleh aktivitas usaha di sekitarnya.

“ Yang penting jangan sampai merugikan warga. Kalau perusahaan mau bertanggung jawab dan memperbaiki, silakan usaha berjalan,” ucapnya.

Terpisah, Camat Sukaresmi, Azis Muslim di hubungi awak media melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp terkait gaji bulanan Kades Cikancana dari perusahaan kandang ayam petelur barulimus, Camat mengaku tidak tahu menahu.

" Saya belum mendapatkan informasi, serta laporan dari jajaran perangkat desa cikancana, terkait lumpur masuk pemukiman warga, akibat proyek ayam tersebut, sy akan koordinasikan dan cek lapangan dulu," jawabnya singkat.


(Rafli)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pasca Air Berlumpur Masuk Rumah Warga, Proyek Ayam Petelur Barulimus Jadi Sorotan, Kades Cikancana Akui Dapat Gaji Bulanan?

Trending Now